DISTORI.ID – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui penguatan peran Tim Pembina Posyandu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan yang berlangsung di Hotel Seventeen17, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banda Aceh, Bachtiar.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman Tim Pembina Posyandu dalam menjalankan fungsi pembinaan, pelatihan, koordinasi, serta pendampingan terhadap penyelenggaraan pelayanan Posyandu, khususnya di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Bachtiar mengatakan Posyandu memiliki peran strategis sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Karena itu, diperlukan komitmen dan sinergi seluruh unsur Tim Pembina Posyandu agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan optimal.
Ia menegaskan, keberhasilan pembinaan Posyandu tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, TP-PKK hingga unsur terkait lainnya.
“Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, saya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam melaksanakan pembinaan Posyandu. Sinergi dan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar Posyandu dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Rina Arlini, menyampaikan bahwa Bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran Tim Pembina Posyandu dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurut Rina, pengelolaan Posyandu yang baik membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam melakukan pembinaan, pemantauan, pelatihan, serta koordinasi secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa Posyandu tidak sekadar menjadi tempat pelayanan kesehatan rutin, tetapi harus mampu berkembang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga.
“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap Tim Pembina Posyandu dapat memahami tugas dan fungsi secara lebih optimal, serta mampu membangun koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan lintas sektor sangat penting agar pelayanan Posyandu bidang kesehatan dapat berjalan secara berkesinambungan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Rina.
Kegiatan tersebut diikuti para kepala puskesmas, camat, kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PMG), ketua TP-PKK kecamatan, serta pendamping desa dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap seluruh unsur Tim Pembina Posyandu memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam memperkuat pembinaan serta pengelolaan Posyandu.
Dengan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, Posyandu diharapkan dapat menjadi layanan kesehatan masyarakat yang lebih aktif, berkualitas, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. []






