DISTORI.ID – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam menggelar rangkaian kegiatan Pekan Dakwah Kolaborasi sebagai bagian dari komitmen memperkuat syiar Islam sekaligus membangun kolaborasi dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dakwah tersebut menghadirkan Ulama dan Daiyah yaitu Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan dan Ustadzah Aisyah Farid BSA
Kegiatan diawali dengan Dakwah Umum bersama Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan di Bustanussalatin (Taman Sari), Banda Aceh, yang dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026 (malam Rabu) mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB
Pada besoknya, Rabu, 23 September 2026 akan digelar Ceramah Maulid Umum bagi Perempuan bersama Ustadzah Aisyah Farid BSA, pukul 09.30–13.00 WIB, bertempat di Amel Convention Hall, Blang Oi, Banda Aceh. Kegiatan ini khusus bagi perempuan.
Dengan mengangkat tema “Perempuan Hebat, Keluarga Kuat, Generasi Berkualitas”, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang penguatan peran perempuan dalam membangun keluarga yang kokoh serta membentuk generasi yang berakhlak dan berkualitas.
Selanjutnya, rangkaian dakwah dilanjutkan dengan Kajian Dakwah Pendopo Wali Kota pada Kamis, 24 September 2026, pukul 18.45–21.00 WIB, serta Safari Dakwah Malam Ahad yang menjadi bagian dari rangkaian penguatan syiar Islam di tengah masyarakat.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan bahwa gerakan dakwah merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Gerakan dakwah menjadi komitmen kami. Karena itu, dakwah tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh stake holder” ujar Illiza.
Menurutnya, semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui konsep Dakwah Kolaborasi yang telah diluncurkan Pemerintah Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu.
“Berkolaborasi dalam dakwah adalah tagline yang telah kami luncurkan beberapa waktu lalu. Bagi kami, dakwah akan semakin kuat ketika dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk menghidupkan syiar Islam di Kota Banda Aceh,” katanya.
Illiza menambahkan, semangat dakwah kolaborasi sejalan dengan visi pembangunan Kota Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi.
“Kota Kolaborasi bukan hanya tentang bagaimana kita membangun infrastruktur atau meningkatkan pelayanan pemerintahan. Kolaborasi juga harus hadir dalam membangun mental spiritual, memperkuat nilai-nilai keislaman, membina keluarga dan menyiapkan generasi masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Pekan Dakwah Kolaborasi dirancang tidak hanya dalam bentuk ceramah umum, tetapi juga dalam bentuk lainnya.
“Ustadzah Aisyah Farid selain mengisi ceramah Maulid Umum bagi perempuan, juga akan melaksanakan bedah buku bagi mahasiswi di UIN Ar-Raniry serta safari dakwah bagi warga binaan di Lapas Lhoknga. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghadirkan dakwah secara lebih luas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat,” kata Alimsyah.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Syariat Islam untuk memperluas ruang dakwah sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan pemahaman keislaman, serta membangun semangat bersama dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai syariat Islam di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Alimsyah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menghadiri seluruh rangkaian kegiatan Pekan Dakwah Kolaborasi. []






