HUKUMKRIMINALNEWSPERISTIWA

Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Personel KKB Diduga Terlibat

DISTORI.ID – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz-2026 mendalami dugaan keterlibatan dua personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah komando Egianus Kogoya dalam insiden penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Dugaan tersebut menguat setelah tim penyidik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal dan mengamankan sejumlah barang bukti serta petunjuk yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan hasil olah TKP menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.

“Sejumlah bukti fisik dan petunjuk penting sudah kami amankan dari TKP. Seluruh bukti ini tengah disandingkan dengan kesaksian para korban maupun saksi mata guna mengidentifikasi kronologi serta pelaku utamanya,” ujar Yusuf, Minggu (9/8/2026).

Menurut Yusuf, Satgas Operasi Damai Cartenz terus memberikan dukungan kepada Satreskrim Polres Jayawijaya dalam proses penyelidikan.

Dukungan tersebut meliputi pendalaman informasi, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), analisis barang bukti, hingga koordinasi lintas satuan.

Selain penyelidikan, tim gabungan juga disiagakan untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap para terduga pelaku.

Sejumlah jalur yang diduga menjadi akses pelarian turut dipantau dan diblokir dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.

Meski demikian, dugaan keterlibatan dua anggota KKB berinisial EG dan PN masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan.

Penyidik masih mendalami identitas, peran, serta tingkat keterlibatan masing-masing terduga berdasarkan kecocokan alat bukti dan fakta yang ditemukan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya akan mengusut kasus tersebut secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Setiap remah petunjuk akan kami telusuri hingga tuntas. Kami tidak ingin berspekulasi dan fokus memastikan peran serta identitas pihak-pihak yang terlibat berdasarkan bukti yang sah,” tegas Faizal.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button