DISTORI.ID – Terkait kemungkinan perbedaan awal Ramadan 1447 H, Menag mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.
“Indonesia tetap rukun dan telah berpengalaman dalam perbedaan penentuan 1 Ramadan pada tahun sebelumnya. Kita berpengalaman menyatu di tengah perbedaan,” ujarnya.
Ia pun berharap momentum Ramadan dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan.
“Saya berharap tidak ada perdebatan di masyarakat. Marilah kita hidup rukun di tengah perbedaan,” pungkasnya.
Menag juga menyinggung perkembangan gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai didorong di sejumlah forum internasional seperti OKI. Namun untuk saat ini, Indonesia tetap berpegang pada kriteria yang telah disepakati bersama MABIMS sebagai dasar resmi penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. []






