DISTORI.ID – Sinergi antara TP PKK, Dekranasda, dan TP Posyandu terus diperkuat demi mendorong program pemberdayaan masyarakat yang lebih terarah dan berdampak.
Hal ini menjadi fokus utama Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Sabang, Nuri Farisal, saat menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu Wilayah Indonesia Bagian Barat Tahun 2026.
Dalam forum yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (21/9) tersebut, Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Umum TP Posyandu dan Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang solid mulai dari struktur, pembagian tugas, koordinasi, hingga pemantauan dan evaluasi.
Tri menjelaskan bahwa sinergi antarlembaga bukan berarti menyamakan peran, melainkan memperkuat kolaborasi sesuai tugas dan keunggulan masing-masing agar program berjalan lebih efektif serta berkelanjutan.
Sejalan dengan arahan tersebut, Nuri Farisal menyampaikan bahwa penguatan tata kelola dan sinergi ini sangat krusial untuk memastikan pelaksanaan program di daerah tepat sasaran.
“Melalui pertemuan ini, kami mendapatkan banyak masukan terkait tata kelola dan kolaborasi antarlembaga. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami di daerah untuk terus memperkuat program sesuai kebutuhan masyarakat Kota Sabang,” ujar Nuri.
Nuri juga menekankan pentingnya integrasi antara TP PKK, Dekranasda, TP Posyandu, dan pemerintah daerah agar setiap program memberikan manfaat nyata.
“Kami ingin setiap program tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi terintegrasi, terukur, dan berdampak langsung bagi keluarga serta masyarakat. Kunci utamanya ada pada kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari 16 provinsi dan 273 kabupaten/kota di wilayah Indonesia bagian barat.
Pertemuan tersebut turut merumuskan rencana tindak lanjut, penentuan penanggung jawab, indikator keberhasilan, serta mekanisme pemantauan program. []






