DISTORI.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mendorong pelaku UMKM di Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, beralih ke transaksi digital melalui pemanfaatan QRIS dan QRIS Soundbox.
Edukasi digitalisasi tersebut dikemas dalam seminar bertajuk “UMKM Desa Mappakalompo Go Digital! Solusi Transaksi Anti Ribet & Bebas Uang Palsu Pakai QRIS dan Soundbox BSI” yang digelar di Aula Kantor Desa Mappakalompo, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Posko 12 itu diikuti pelaku UMKM, aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kepala dusun di Desa Mappakalompo. Seminar dibuka Kepala Desa Mappakalompo Syarifuddin, S.H.
Ketua panitia, Ahmad Fauzanul Akmal Harun, mengatakan digitalisasi transaksi dinilai penting untuk memperkuat keamanan sekaligus memudahkan aktivitas perdagangan UMKM di desa.
Menurutnya, pelaku UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam perputaran ekonomi masyarakat sehingga perlu mendapatkan akses terhadap sistem pembayaran yang lebih aman dan praktis.
“Kami ingin UMKM terhindar dari risiko uang palsu. Karena UMKM merupakan salah satu faktor perputaran ekonomi di Desa Mappakalompo,” kata Ahmad.
Untuk mendukung program tersebut, mahasiswa KKN menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) yang memperkenalkan penggunaan QRIS Soundbox kepada para pelaku usaha.
Kepala Desa Mappakalompo Syarifuddin mengapresiasi program yang digagas mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar tersebut.
Dia berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada seminar, tetapi dapat mendorong pelaku UMKM di desanya mulai memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usaha.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada anak-anak KKN 79 UIN Alauddin Makassar yang telah menghadirkan program luar biasa ini. Semoga masyarakat dan pelaku UMKM kita bisa semakin melek teknologi dan lebih maju,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber dari BSI, Iftita Khairunnisa, menjelaskan penggunaan QRIS Soundbox sebagai salah satu inovasi yang dapat membantu pelaku usaha memantau transaksi secara langsung.
Perangkat tersebut memberikan notifikasi suara ketika pembayaran melalui QRIS berhasil diterima. Dengan begitu, pedagang tidak perlu terus-menerus memeriksa telepon seluler untuk memastikan transaksi masuk.
“Dengan QRIS Soundbox, pelaku UMKM bisa langsung mendengar notifikasi suara nominal yang masuk tanpa harus bolak-balik mengecek handphone,” jelas Iftita.
Selain mempersingkat proses transaksi, sistem tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko kecurangan, termasuk penggunaan bukti transfer palsu.
Program digitalisasi yang digagas mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar itu diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Mappakalompo untuk semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.[]






