DAERAHNEWS

Kopi Aceh Naik Kelas! BACCE 2026 Masuk Karisma Event Nusantara, Perdana untuk Banda Aceh

DISTORI.ID – Kopi Aceh tak hanya menawarkan cita rasa dalam secangkir minuman. Di balik tradisi menyeruput kopi, terdapat budaya, cerita, hingga ruang perjumpaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

Semangat tersebut akan dihadirkan melalui Banda Aceh Colossal Coffee Experience (BACCE) 2026 yang digelar selama tiga hari, 18-20 September 2026, di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

BACCE 2026 bukan sekadar festival kopi. Gelaran ini juga menjadi momentum penting bagi pariwisata Banda Aceh setelah ditetapkan sebagai salah satu dari 125 event dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Penetapan tersebut diperoleh setelah BACCE melalui proses kurasi dan bersaing dengan ratusan event dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran BACCE dalam KEN 2026 sekaligus menjadi catatan perdana bagi Banda Aceh karena untuk pertama kalinya sebuah event dari kota tersebut masuk dalam kalender pariwisata nasional itu.

KEN merupakan program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mendorong pengembangan sekaligus promosi event pariwisata dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Sepanjang 2025, pelaksanaan KEN disebut berkontribusi terhadap lebih dari 10 juta kunjungan wisatawan dengan perputaran ekonomi mencapai Rp17,01 triliun.

Program tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelaku seni, komunitas, tenaga kerja hingga pelaku UMKM.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan kopi memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Menurutnya, kedai kopi selama ini tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati minuman, tetapi juga ruang bertukar pikiran, mempererat silaturahmi, membahas berbagai persoalan, sekaligus membuka peluang ekonomi.

“Bagi masyarakat Aceh, kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah bagian dari budaya, tradisi, sekaligus ruang perjumpaan. Karena itu, BACCE kita hadirkan untuk memperkenalkan kekayaan kopi Aceh dalam suasana yang lebih luas, kreatif, dan kolaboratif,” ujar Illiza.

Selama tiga hari, BACCE 2026 akan menggabungkan tradisi dan inovasi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku industri kopi, barista, komunitas, seniman, UMKM, serta masyarakat umum.

Festival tersebut diharapkan dapat memperkuat citra kopi Aceh sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal dan mendorong pergerakan ekonomi kreatif di Banda Aceh.

“Kopi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, sekaligus menarik wisatawan untuk mengenal Banda Aceh lebih dekat,” kata Illiza.

Rangkaian BACCE 2026

Rangkaian kegiatan BACCE 2026 dimulai pada Jumat (18/9). Sejumlah agenda yang dijadwalkan antara lain coffee final, pertunjukan Genda Percussion, tari-tarian, hingga penampilan musisi.

Pembukaan resmi BACCE 2026 dijadwalkan dilakukan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana.

Acara berlanjut pada Sabtu (19/9) dengan menghadirkan sejumlah penampil, yakni Jal Brahim, Aidil Faraby, Faiz Affandy, Purnama & The Roll Pumpkin, Haliya, dan Seuramoe Reggae.

Sementara pada Minggu (20/9), pengunjung akan disuguhi pertunjukan Canang Trieng, penyerahan hadiah, serta penampilan Pupha Ethanica, Haifa Azzura, dan Apache.

Pada hari terakhir tersebut, Menteri Pariwisata RI juga dijadwalkan menutup seluruh rangkaian BACCE 2026.

Illiza mengajak masyarakat Banda Aceh maupun wisatawan dari berbagai daerah untuk datang langsung ke Blang Padang dan menikmati pengalaman kopi Aceh yang dipadukan dengan seni, musik, budaya, serta kreativitas.

Ia juga mengingatkan seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama festival berlangsung.

“Kita ingin BACCE menjadi bagian dari wajah Banda Aceh sebagai kota yang ramah, Islami, kreatif, dan menyenangkan untuk dikunjungi,” ujarnya.

BACCE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan kopi, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Aceh, mempromosikan produk lokal, serta memperluas dampak ekonomi kreatif bagi masyarakat Banda Aceh. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button