DISTORI.ID – Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, secara resmi menutup kegiatan Latihan Kader Pelatih (Latkadertih) Bela Diri Ju-Jitsu Kodam XIV/Hasanuddin yang berlangsung di Lapangan Jasdam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (30/7/2026).
Upacara penutupan dihadiri para pejabat utama (PJU) Kodam XIV/Hasanuddin, kepala badan pelaksana (Kabalakdam), serta para komandan satuan (Dansat) jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. Sejumlah peserta juga mengikuti kegiatan secara virtual.
Latkadertih Ju-Jitsu digelar sebagai bagian dari program peningkatan kemampuan tempur prajurit melalui penguatan kompetensi bela diri militer.
Program ini memadukan teknik Ju-Jitsu dengan Pencak Silat Militer yang telah diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebagai salah satu kemampuan dasar prajurit.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab.
Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi modal penting dalam membentuk prajurit profesional.
“Kalian telah membuktikan sebagai prajurit sejati. Kalian menunjukkan loyalitas di atas matras, melaksanakan setiap instruksi pelatih dengan penuh tanggung jawab. Inilah kader-kader loyal, berdedikasi, dan memiliki kebanggaan terhadap profesinya. Mereka akan menjadi pilar keberhasilan satuan pada masa mendatang,” ujar Pangdam.
Pangdam juga memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai Pencak Silat Militer Paripurna, yakni sistem bela diri yang mengintegrasikan berbagai teknik tempur untuk meningkatkan kemampuan prajurit secara menyeluruh.
Menurutnya, hakikat bela diri bukan sekadar kemampuan bertarung, melainkan bentuk pengabdian dalam membela bangsa dan negara.
Ia bahkan menegaskan bahwa prajurit yang telah menyelesaikan pelatihan dasar Ju-Jitsu dengan sabuk putih memiliki kemampuan yang setara dengan pemegang sabuk hitam karena telah dibekali teknik bela diri militer yang lebih lengkap dan aplikatif untuk kebutuhan operasi di lapangan.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam membangun satuan yang profesional dan berprestasi.
Karena itu, pembentukan kader pelatih akan terus diperkuat agar setiap satuan memiliki instruktur yang mampu menjaga kemampuan dan profesionalisme prajurit.
“Saya tidak akan pernah lelah menciptakan kader-kader pelatih di setiap satuan. Tidak ada satuan yang hebat tanpa pelatih yang berkualitas. Dari pelatih yang berkarakter, mencintai anak buah, dan memiliki loyalitas kepada satuannya, akan lahir prajurit-prajurit yang unggul dan mampu memenangkan setiap penugasan,” tegasnya.
Melalui Latkadertih Ju-Jitsu ini, Kodam XIV/Hasanuddin berharap lahir pelatih-pelatih bela diri yang mampu menularkan kemampuan, karakter, serta semangat juang kepada seluruh prajurit, sehingga kesiapan operasional satuan semakin meningkat dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. []






