DISTORI.ID – Agam Riffad Syabil dan Inong Meutya Azzahra resmi menyandang gelar Agam Inong Kota Banda Aceh 2026.
Keduanya terpilih sebagai Duta Wisata Kota Banda Aceh dalam malam puncak pemilihan yang berlangsung di Indoor Taman Budaya, Rabu (28/10/2026) malam.
Penobatan pasangan terpilih tersebut dilakukan melalui penyerahan piagam penghargaan oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Acara itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan.
Ketua Ikatan Agam Inong Kota Banda Aceh, Muhammad Aldhi Razyan, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pemilihan tahun ini mendapat sambutan positif dari kalangan pemuda yang berdomisili di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.
Menurut Aldhi, para peserta harus melewati serangkaian tahapan seleksi sebelum mencapai babak final.
Seleksi awal kemudian mengerucut menjadi 10 finalis Agam dan 10 finalis Inong yang berhak melanjutkan proses penilaian, mengikuti karantina, hingga malam penobatan.
Selama masa karantina, para finalis menjalani wawancara dan serangkaian uji kompetensi yang mencakup bidang pariwisata, kebudayaan, agama, kepribadian, serta kemampuan berbahasa Inggris.
Mereka juga diminta mempresentasikan gagasan di bidang ekonomi kreatif untuk dinilai dan dievaluasi oleh Ikatan Agam Inong Kota Banda Aceh.
“Selama karantina para finalis mengikuti diwawancara, pengujian kompetensi dalam beberapa bidang seperti pariwisata, Kebudayaan, agama, kepribadian dan Bahasa Inggris. Para finalis juga melakukan presentasi ekonomi kreatif yang dinilai dan dievaluasi oleh Ikatan Agam Inong Kota Banda Aceh,” ujar Aldhi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti proses pemilihan sejak tahap audisi hingga pembekalan dan karantina.
Ia menilai rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan agar dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada finalis yang telah melalui berbagai tahapan pemilihan, mulai dari audisi hingga pembekalan dan karantina. Proses ini tentu memberikan pengalaman berharga, menambah wawasan, membangun kepercayaan diri, serta melatih kemampuan kalian untuk menjadi generasi muda yang siap berkontribusi bagi daerah,” kata Illiza.
Illiza menegaskan, Agam dan Inong yang terpilih memiliki tanggung jawab strategis dalam memperkenalkan potensi Banda Aceh kepada masyarakat luas.
Peran mereka tidak hanya sebatas mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga menyampaikan keunikan dan karakter kota, memperkenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Menurutnya, keberadaan duta wisata diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk berkunjung ke Banda Aceh melalui promosi yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Karena itu, Illiza mengajak para generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperluas jangkauan promosi pariwisata. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas daerah di tengah perkembangan global.
“Manfaatkan kreativitas dan media sosial untuk memajukan Banda Aceh dengan cara yang menarik. Jadilah generasi muda yang terbuka terhadap perkembangan dunia, namun tetap berpegang pada adat, budaya, dan nilai-nilai syariat Islam,” ajak Illiza.
Dengan terpilihnya Agam Riffad Syabil dan Inong Meutya Azzahra, keduanya diharapkan dapat menjadi representasi generasi muda Banda Aceh dalam memperkenalkan kekayaan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah kepada khalayak yang lebih luas. []






