NEWSPERISTIWA

Tragedi Latsarmil Komcad, ASN Kemenekraf Vanreko Varkas Bagaskara Meninggal Dunia

DISTORI.ID – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) meninggal dunia setelah mengalami kondisi medis saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) gelombang kedua di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Korban diketahui bernama Vanreko Varkas Bagaskara. Ia dilaporkan mengalami gangguan kesehatan ketika rangkaian kegiatan penutupan latsarmil berlangsung pada Jumat (25/9/2026).

Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Kolonel dr. Iman Fathurrohman, mengatakan korban sempat mengeluhkan pusing dan pandangannya menjadi gelap saat mengikuti sesi pertama penutupan.

Tim medis yang berada di lokasi kemudian langsung memberikan pertolongan setelah korban kehilangan kesadaran.

Vanreko sempat dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto sebelum akhirnya dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Menurut Iman, hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami hipotensi disertai peningkatan suhu tubuh.

Kondisi tersebut mengarah pada heatstroke yang dipicu respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi hipotensi serta kenaikan suhu tubuh, yang mengindikasikan serangan heatstroke akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan,” kata Iman Fathurrohman, seperti dilaporkan tim liputan KompasTV, Minggu (27/9/2026).

Sebelum dirujuk ke rumah sakit, petugas lapangan melakukan sejumlah tindakan medis darurat.

Penanganan tersebut meliputi upaya menurunkan suhu tubuh dengan pendinginan dan kompres dingin, pemberian cairan melalui infus, serta terapi oksigen.

“Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan/kompres dingin, resusitasi cairan infus, serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma,” ujarnya.

Setibanya di rumah sakit, korban mendapat perawatan intensif. Tim medis melakukan pemantauan kondisi hemodinamik, pemeriksaan fungsi organ, serta stabilisasi terhadap gangguan pernapasan yang dialaminya.

Kondisi Vanreko sempat membaik. Pada Jumat sekitar pukul 19.00 WIB, korban dilaporkan telah sadar dan menunjukkan perkembangan positif.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada Sabtu (26/9/2026) dini hari, Vanreko mengalami kejang secara berulang. Kondisinya kemudian terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Iman mengatakan tim medis gabungan dari Pusdikkes, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSPAD Gatot Soebroto telah melakukan penanganan intensif terhadap korban.

“Meskipun seluruh jajaran tim medis gabungan dari Pusdikkes, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSPAD Gatot Soebroto telah mengerahkan segenap upaya medis terbaik dan penanganan intensif secara maksimal, Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain,” ujar Iman. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button