DAERAH

Farmasi UMI Pamerkan Inovasi Produk Kefarmasian, Gandeng Kepala BPOM Makassar

DISTORI.ID – Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Innovation Pharmacist Product Expo dan talkshow bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Milad Fakultas Farmasi UMI ke-25. Agenda ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan regulator untuk membahas pengembangan produk kefarmasian, termasuk aspek keamanan, mutu, manfaat, hingga kepatuhan terhadap regulasi.

Dekan Fakultas Farmasi UMI, Apt. Aktsar Roskiana Ahmad, Ph.D., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui Innovation Pharmacist Product Expo, sejumlah produk dan gagasan hasil pengembangan di bidang kefarmasian diperkenalkan kepada peserta. Expo tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk menunjukkan inovasi yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah bagi masyarakat.

Kegiatan itu sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada tahapan pengembangan produk, sehingga ilmu kefarmasian tidak berhenti pada pembelajaran teoritis di ruang kelas.

Selain inovasi produk, kegiatan juga menyoroti pentingnya aspek kewirausahaan bagi mahasiswa farmasi. Kreativitas dan kemampuan mengembangkan produk dinilai perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap standar keamanan dan regulasi.

Sementara dalam sesi talkshow, Kepala BPOM Makassar memberikan perspektif regulator mengenai pengembangan produk obat dan makanan. Peserta diajak memahami pentingnya memastikan keamanan, mutu, manfaat, serta pemenuhan ketentuan sebelum suatu produk dapat digunakan atau beredar di masyarakat.

Pembahasan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengetahui tantangan yang dihadapi calon tenaga kefarmasian maupun pelaku usaha ketika mengembangkan inovasi produk.

Fakultas Farmasi UMI berharap rangkaian kegiatan menuju Milad ke-25 tersebut tidak hanya menjadi agenda peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara kampus, mahasiswa, regulator, dan dunia industri.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Farmasi UMI mendorong lahirnya farmasis yang tidak hanya menguasai aspek keilmuan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan industri, memahami regulasi, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.[]

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button