DISTORI.ID – Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr. (H.C.)) kepada Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, mengatakan penganugerahan gelar tersebut bukan diberikan semata karena jabatan, popularitas, maupun posisi politik Xanana Gusmao.
Menurutnya, penghargaan akademik tersebut merupakan bentuk pengakuan Unhas terhadap kiprah Xanana dalam membangun kepemimpinan pascakonflik dan mendorong proses rekonsiliasi, khususnya dalam hubungan Timor Leste dan Indonesia.
Dalam pidatonya, Prof. Jamaluddin menjelaskan, keputusan pemberian gelar Doktor Honoris Causa berangkat dari kajian akademik mengenai pengalaman kepemimpinan pascakonflik yang dinilai dapat menjadi sumber pengetahuan dan pembelajaran.
Unhas menilai Xanana berhasil mengarahkan Timor Leste melewati fase perjuangan menuju tahap pembangunan institusi, penegakan hukum, serta penguatan tata kelola pemerintahan.
“Gelar Doctor Honoris Causa merupakan salah satu penghargaan akademik tertinggi sebuah universitas. Karena itu, gelar ini tidak diberikan semata-mata karena jabatan, popularitas, atau kedudukan politik,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.
Ia menambahkan, rekonsiliasi yang dibangun Xanana Gusmao, terutama dengan Indonesia, menunjukkan bahwa rekonsiliasi tidak berhenti sebagai sebuah konsep, tetapi dapat menjadi strategi nyata untuk memulihkan kepercayaan sekaligus membangun kerja sama antarkedua negara.
Rekonsiliasi dan Diplomasi Akademik
Prof. Jamaluddin juga menilai semangat rekonsiliasi yang ditunjukkan Xanana sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan prinsip good neighbor policy dan diplomasi damai.
Transformasi hubungan Indonesia dan Timor Leste, kata dia, menjadi salah satu gambaran kematangan kepemimpinan kedua negara dalam membangun hubungan bilateral yang lebih konstruktif.
Selain memperkuat hubungan antarkedua negara, Unhas juga menjadikan penganugerahan gelar tersebut sebagai bagian dari upaya science diplomacy atau diplomasi akademik.
“Unhas berharap ke depan dapat terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia Timor Leste, termasuk rencana pembukaan kampus Unhas di Timor Leste,” tutup Prof. Jompa. []






