DISTORI.ID – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi melantik dr. Emeraldha, M.Kes sebagai Direktur Definitif Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa, Senin, Agustus 2026.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Gedung Mawardy Nurdin dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Dengan pelantikan ini, RSUD Meuraxa memasuki babak baru kepemimpinan sebagai rumah sakit rujukan milik Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan Kota Banda Aceh.
Karena itu, RSUD Meuraxa memiliki peran strategis sebagai wajah pelayanan publik pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang profesional, berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Setiap hari masyarakat datang ke RSUD Meuraxa dengan harapan besar. Mereka berharap memperoleh pelayanan yang cepat, diagnosis yang tepat, tindakan medis yang berkualitas, serta perhatian yang tulus dari seluruh tenaga kesehatan. Harapan itulah yang harus kita jaga bersama,” ujar Illiza.
Menurutnya, posisi Direktur RSUD Meuraxa bukan hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan dalam memperkuat tata kelola rumah sakit, meningkatkan mutu pelayanan, serta memastikan setiap kebijakan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Illiza menjelaskan, pengangkatan direktur definitif telah melalui mekanisme Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berdasarkan sistem merit.
Proses tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menempatkan aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta rekam jejak yang baik pada jabatan strategis.
Ia pun meminta direktur yang baru dilantik untuk menjawab amanah tersebut melalui kerja nyata, inovasi, dan semangat pembaruan.
Menurutnya, RSUD Meuraxa harus terus berkembang menjadi rumah sakit yang unggul dalam pelayanan, kuat dalam tata kelola, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Kecepatan pelayanan harus terus ditingkatkan. Waktu tunggu pasien harus semakin singkat. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, sementara kepuasan masyarakat harus menjadi ukuran keberhasilan setiap pelayanan yang diberikan,” tegasnya.
Selain peningkatan sistem pelayanan, Illiza juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai rumah sakit yang unggul tidak hanya ditentukan oleh kemegahan bangunan atau kelengkapan fasilitas medis, tetapi juga oleh tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, kompeten, serta memiliki empati dalam melayani pasien.
Lebih lanjut, ia mendorong RSUD Meuraxa memperkuat kolaborasi dengan puskesmas, rumah sakit lain, perguruan tinggi, organisasi profesi, BPJS Kesehatan, serta berbagai mitra strategis guna membangun sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
Di saat yang sama, tata kelola keuangan, pengelolaan aset, dan administrasi rumah sakit juga harus dijalankan secara akuntabel, transparan, efektif, dan sesuai prinsip good governance.
Secara khusus, Illiza mengajak Direktur RSUD Meuraxa yang baru membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh jajaran rumah sakit, membuka ruang terhadap berbagai masukan, serta menghadirkan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh potensi organisasi.
“Ingatlah, masyarakat mungkin tidak mengenal siapa yang memimpin rumah sakit ini. Namun mereka akan selalu mengingat bagaimana mereka dilayani ketika sedang berada dalam kondisi yang paling membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, jadikan setiap pelayanan sebagai wujud kepedulian, empati, dan pengabdian kepada masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Illiza juga menyampaikan apresiasi kepada dr. Taufik Wahyudi Mahady, Sp.OG., MHPM atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Meuraxa.
Berbagai langkah yang telah dilakukan dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan transformasi pelayanan rumah sakit.
Menutup sambutannya, Illiza mengajak seluruh jajaran RSUD Meuraxa untuk terus memperkuat budaya kerja kolaboratif, meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta menghadirkan inovasi berkelanjutan demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, berkualitas, dan membanggakan bagi masyarakat Kota Banda Aceh. []






