DISTORI.ID – Pemerintah Kota Sabang terus memperkuat berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing daerah di sektor maritim.
Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menyampaikan bahwa letak strategis dan potensi infrastruktur yang dimiliki menjadi modal penting bagi Sabang untuk berkembang sebagai pusat bisnis maritim sekaligus tujuan investasi.
Menurutnya, salah satu peluang tersebut terlihat dari adanya ketertarikan perusahaan energi Mubadala Energy, yang tengah mempertimbangkan Sabang sebagai lokasi pendukung aktivitas operasionalnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, perusahaan tersebut saat ini mempertimbangkan dua lokasi, yakni Lhokseumawe dan Sabang.
Wali Kota Sabang menjelaskan, dari berbagai aspek yang menjadi pertimbangan, Sabang memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kedalaman laut yang memadai, keberadaan Pelabuhan CT-3 milik Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan fasilitas yang baik, serta kondisi pelabuhan yang tidak padat sehingga mampu mendukung kelancaran aktivitas kapal.
“Selain itu, Sabang bukan merupakan pelabuhan yang padat sehingga kapal-kapal yang membawa peralatan maupun logistik tidak perlu mengantre saat bersandar. Hal ini menjadi nilai lebih bagi investor,” kata Zulkifli, di Aula Pulau Weh Kantor Wali Kota Sabang, Jum’at (7/8).
Lebih lanjut, Wali Kota Sabang mengatakan Pemerintah Kota Sabang terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, guna mendorong pengembangan Sabang sebagai pusat bisnis maritim nasional, khususnya untuk layanan bunkering dan penyediaan air bersih bagi kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran internasional.
Dikatakan, hasil komunikasi dengan sejumlah kementerian dan pihak terkait menunjukkan adanya peluang besar bagi Sabang untuk mengambil peran tersebut.
Terlebih, berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 1.600 kapal melintasi jalur Selat Malaka dan membutuhkan pasokan air bersih saat melakukan persinggahan di pelabuhan.
Wali Kota Sabang juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha pelayaran dari Malaysia, Batam, serta sejumlah negara lainnya.
Dari berbagai pertemuan tersebut, para pelaku usaha menunjukkan ketertarikan untuk memanfaatkan Pelabuhan Sabang sebagai salah satu pelabuhan persinggahan, dengan harapan adanya kepastian dari pemerintah pusat.
“Mereka pada prinsipnya hanya meminta satu hal, yaitu jaminan keamanan dan kenyamanan bagi kapal-kapal yang beroperasi di Sabang. Jika hal itu dapat dipastikan oleh pemerintah, mereka menyatakan siap menjadikan Sabang sebagai salah satu pelabuhan persinggahan,” jelasnya.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Wali Kota mengungkapkan telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Wakil Menteri Perhubungan dan beberapa tokoh nasional.
Ia berharap dapat memfasilitasi pertemuan antara para investor dan Presiden Republik Indonesia guna membahas langsung pengembangan Sabang sebagai kawasan bisnis maritim yang strategis.
Di akhir penyampaiannya, Wali Kota Sabang menegaskan bahwa dukungan kebijakan pemerintah pusat akan menjadi faktor penting dalam mendorong masuknya investasi dan aktivitas kapal internasional di Sabang, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. []






