DAERAHNEWSPERISTIWA

Syech Muharram Pimpin Rapat Siaga Darurat Hadapi Ancaman Kekeringan di Aceh Besar

DISTORI.ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana kekeringan yang mulai berdampak di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Bupati Aceh Besar Muharram Idris (Syech Muharram) memimpin Rapat Keposkoan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kering di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Minggu (2/8/2026) malam.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil, Sekretaris Daerah Bahrul Jamil, Kepala BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, para asisten, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar, Plt Direktur Perumdam Tirta Mountala beserta jajaran.

Rapat digelar untuk mengevaluasi kondisi terkini dampak kekeringan, memastikan kesiapan seluruh unsur pemerintah daerah, serta menyusun langkah-langkah penanganan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Dalam arahannya, Syech Muharram menegaskan bahwa penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya.

Ia meminta seluruh jajaran tetap siaga, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, terutama di wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil menekankan pentingnya pendataan dampak yang dialami masyarakat sebagai dasar penentuan langkah penanganan.

Menurutnya, data kerugian material maupun jumlah warga terdampak harus diperbarui secara berkala agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

Selain itu, Wabup juga menyoroti perlunya keterlibatan aktif para pimpinan wilayah, mulai dari camat hingga aparatur di tingkat gampong.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat penting agar warga merasakan langsung perhatian dan pendampingan saat menghadapi bencana.

“Saya melihat saat terjadi bencana, keterlibatan pimpinan di tingkat bawah masih kurang. Seharusnya camat dan unsur pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada masyarakat ikut mendampingi, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Syukri juga meminta seluruh informasi terkait penanganan kekeringan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Ia mencontohkan jadwal distribusi air bersih yang selama ini telah disusun, namun belum sepenuhnya diketahui masyarakat.

“Kita sudah memiliki jadwal penyaluran air bersih, tetapi masyarakat banyak yang belum mengetahuinya. Informasi seperti ini harus disampaikan secara luas, termasuk wilayah mana yang diprioritaskan karena paling terdampak,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Plt Direktur Perumdam Tirta Mountala Ir Yusnadi MM memaparkan kondisi pelayanan air bersih dan upaya yang telah dilakukan untuk menjaga pasokan kepada masyarakat.

Sementara Kepala Dinas PUPR Aceh Besar Ir Syahrial Amanullah ST menyampaikan laporan mengenai kondisi infrastruktur pendukung penyediaan air serta langkah-langkah teknis yang telah disiapkan untuk mendukung penanganan kekeringan.

Sejumlah masukan juga disampaikan oleh para asisten dan kepala OPD guna memperkuat koordinasi lintas sektor selama masa siaga darurat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap seluruh unsur pemerintahan dapat bergerak cepat, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan setiap wilayah yang terdampak memperoleh penanganan sesuai tingkat kebutuhannya.

Melalui rapat keposkoan tersebut, Pemkab Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan, sekaligus memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan selama masa siaga darurat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button