HEALTHKESEHATAN

Kunjungi SK Plasma Core Indonesia, Menkes Percepat Hilirisasi Industri Farmasi Nasional

DISTORI.ID – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas hilirisasi milik SK Plasma Core Indonesia pada Rabu (3/6).

Kunjungan ini bertujuan meninjau secara langsung kesiapan komersialisasi pabrik fraksionasi plasma pertama di Indonesia.

Dalam arahannya, Menkes Budi menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan akan memfasilitasi kemitraan strategis tersebut melalui integrasi ekosistem kelembagaan pemerintah agar proses hilirisasi dapat berjalan optimal.

“Kami pasti akan mendukung penuh dan mencari cara terbaik untuk menstrukturkan kerja sama ini dengan baik. Pemerintah dapat bergerak melalui integrasi dengan institusi seperti Danantara maupun sinergi dengan holding BUMN farmasi, Bio Farma,” ujar Menkes Budi.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus menghasilkan dampak nyata bagi penguatan industri kesehatan nasional, bukan sekadar kesepakatan formal.

“Ke depan, kita akan menyusun peta jalan jangka panjang industri layanan kesehatan Indonesia untuk lima, 15, hingga 30 tahun mendatang yang mencakup sektor farmasi, layanan rumah sakit, hingga alat kesehatan,”ujarnya.

“Jika kita dapat mengulang kecepatan pembangunan pabrik plasma ini untuk produksi bahan baku obat lokal, vaksin, dan obat inovatif lainnya, ketahanan kesehatan nasional akan semakin kuat,” lanjutnya.

Apresiasi pemerintah terhadap efisiensi regulasi dan kecepatan eksekusi proyek tercermin dari perkembangan pembangunan yang berlangsung pesat sejak perubahan regulasi dilakukan pada 2023.

Pabrik tersebut ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2027.

Menanggapi dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan, Presiden Direktur SK Plasma Core Indonesia, Hyunho Roh, menyatakan kesiapan perusahaan untuk melangkah ke fase berikutnya, termasuk pengembangan bank plasma di Indonesia serta riset farmasi tingkat lanjut.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan. Saat pertama kali kami datang ke Kemenkes untuk mengajukan izin usaha, kami berjanji akan membangun pabrik fraksionasi plasma ini dalam waktu dua tahun. Hari ini, pabrik tersebut telah selesai dibangun dan kami tengah menunggu proses komersialisasi,” ujar Hyunho.

SK Plasma Core Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk memperluas kontribusi di Indonesia, tidak hanya melalui pengumpulan plasma dan pengembangan bank plasma, tetapi juga melalui pengembangan industri farmasi, manufaktur bahan baku obat aktif (API) lokal, serta pengembangan vaksin.

“Jika Kementerian Kesehatan memberikan kesempatan berikutnya, kami akan memberikan kemampuan terbaik kami untuk menjaga komitmen tersebut,” ungkap Hyunho.

Melalui kunjungan ini, Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hilirisasi dari hulu hingga hilir.

Dalam jangka pendek, fokus utama akan diarahkan pada penguatan sisi pasokan (supply side) melalui pengembangan pusat-pusat plasma (plasma centers) nasional guna menjamin ketersediaan bahan baku plasma secara berkelanjutan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button