DISTORI.ID – Pemerintah Aceh terus menggencarkan sosialisasi pentingnya imunisasi untuk mencegah muncul dan menyebarnya berbagai penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi, seperti polio, campak, difteri, pertusis, diare, dan kanker servik.
Salah satu upaya peningkatan capaian imunisasi di Aceh tersebut Dinas Kesehatan Aceh bekerja sama dengan Unicef dan Yadua Aceh melakukan launching kegiatan yang bernama GeuBAI (Geurakan Ba Aneuk Imunisasi) di Blang Padang, Banda Aceh, pada Minggu (10/9/2023) pagi.
Pada kegiatan ini tim dari Dinas Kesehatan Aceh dan Yayasan Darah Untuk Aceh (Yadua) melakukan sosialisasi langsung mengenai pentingnya imunisasi pada anak kepada pengunjung Blang Padang, Banda Aceh.
“GeuBAI adalah Geurakan Ba Aneuk Imunisasi. Seperti kita ketahui dalam 5-6 tahun terakhir di Aceh, capaian Imunisasi di Aceh sangat rendah sekali. Sehingga kita harus membuat suatu gerakan, yakni Geurakan Bak Aneuk Imunisasi,” kata Iman Murahman.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh itu menambahkan jika GeuBAI bertujuan agar menumbuhkan kembali kesadaran kepada masyarakat dan orang tua mengenai pentingnya memberi imunisasi kepada anak dan mau bersama-sama membawa anaknya untuk diimunisasi.
“Kepada masyarakat agar lebih paham lagi, lebih mengetahui lagi, apa manfaat dari imunisasi dan agar terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sehingga beramai-ramai kita ke Posyandu maupun ke tempat pelayanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan imunisasi bagi anaknya,” ujar Iman.
Masyarakat juga diharapkan bisa mengerti dan paham akan pentingnya memberikan imunisasi kepada anaknya agar bisa terhindar dari berbagai penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.
Akibat kesadaran imunisasi yang rendah saat ini sudah banyak kembali timbul penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.
“Campak, difteri dan pertusis, tetanus itu sudah mulai banyak kembali di masyarakat, sehingga kita harus mensosialisasi kembali ke masyarakat agar mau membawa anak-anaknya untuk dimunisasi, melalui Geirakan Ba Aneuk Imunisasi (GeuBAI) ini,” harap dr. Iman.
Diketahui, Vaksin, yang diberikan melalui imunisasi, bisa menyelamatkan nyawa anak. Vaksin campak saja, misalnya, diperkirakan telah mencegah lebih dari 23 juta kematian antara tahun 2000 dan 2018.
Vaksin akan membantu melindungi anak dari penyakit yang bisa menimbulkan konsekuensi serius atau kematian, terutama jika penyakit menjangkiti orang dengan sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang seperti bayi.
Mengimunisasi anak sangat penting. Tanpa imunisasi, penyakit sangat menular seperti campak, difteri, dan polio, yang sudah pernah dinyatakan berhasil diberantas di banyak negara, dapat kembali menyebar.
Diketahui, difteri adalah penyakit menular yang dapat disebarkan melalui batuk, bersin, atau luka terbuka. Gejalanya termasuk sakit tenggorokan dan masalah pernapasan. []






