DISTORI.ID – Program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata perlu dirancang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Oleh karena itu, PT Solusi Bangun Andalas kembali membuka ruang dialog dengan pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan melalui Forum Konsultasi Masyarakat (FKM) untuk menyerap aspirasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan yang digelar di Andalas Hall, Lhoknga, pada Rabu (23/9) ini menjadi wadah komunikasi dua arah bagi Solusi Bangun Andalas dengan berbagai pihak.
Forum ini bertujuan untuk membahas perkembangan program CSR, mendengarkan masukan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi agar program yang dijalankan semakin relevan dengan kebutuhan warga dan mendukung pembangunan daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar, Agus Husni, Kepala DPMPTSP Aceh Besar, Andria Shahputra, Kadinkes Aceh Besar, Ns. Rina Karmila, jajaran Forkopimcam; tokoh masyarakat; serta para pemangku kepentingan lainnya.
General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, menyampaikan bahwa komunikasi yang terbuka dengan masyarakat merupakan bagian penting untuk memastikan program pemberdayaan perusahaan memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami menghargai kesempatan untuk duduk bersama, mendengarkan berbagai pandangan, dan memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai perspektif. Kami meyakini program yang bermanfaat akan lebih kuat ketika dirancang dan dijalankan melalui kolaborasi. Karena itu, masukan dari pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program CSR Solusi Bangun Andalas,” ujar R. Adi Santosa.
Dalam forum tersebut, Solusi Bangun Andalas memaparkan perkembangan pelaksanaan program CSR sekaligus membuka ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, dan masukan.
Perusahaan juga memperoleh umpan balik untuk pengembangan program ke depan agar semakin tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Besar, Agus Husni, mengapresiasi konsistensi Solusi Bangun Andalas dalam melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan melalui FKM.
Menurutnya, forum ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“FKM merupakan ruang yang baik untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Besar,” kata Agus Husni.
Manfaat Program Dirasakan Masyarakat
Salah satu program yang menjadi bagian dari pembahasan dalam forum adalah pemberdayaan kelompok petani kacang koro pedang di Desa Nagaumbang.
Program binaan CSR Solusi Bangun Andalas yang dilaksanakan bekerja sama dengan Rumoh Pangan Aceh tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas kelompok tani sekaligus aktivitas produksi.
Dukungan yang disalurkan antara lain berupa fasilitas rumah produksi dan berbagai peralatan kerja yang dibutuhkan kelompok tani untuk menunjang kegiatan produksi kacang koro pedang.
Fauzi Arja, mitra program CSR Solusi Bangun Andalas dari Rumoh Pangan Aceh, menyatakan bahwa dukungan tersebut memberikan manfaat langsung bagi kelompok tani dalam menjalankan aktivitas produksi mereka.
“Sekarang kelompok tani Desa Nagaumbang sudah memiliki rumah produksi dan berbagai peralatan kerja yang dibutuhkan untuk beraktivitas. Bantuan ini sangat membantu mereka dalam memproduksi kacang koro pedang untuk memenuhi permintaan pasar,” jelas Fauzi.
R. Adi Santosa menggarisbawahi bahwa program-program pengembangan masyarakat tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan menyediakan sarana yang mendukung aktivitas ekonomi kelompok secara berkelanjutan.
“Kami ingin terus tumbuh bersama masyarakat. Untuk itu, kami akan terus menjaga komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan mendengarkan masukan dari berbagai pihak. Semoga melalui FKM ini, kita dapat semakin menyatukan langkah untuk menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Lhoknga dan Leupung,” tutupnya. []






