DISTORI.ID – Warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di area inspeksi Waduk Tunggu Pampang, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Korban ditemukan dalam kondisi mengapung. Saat dievakuasi, pria tersebut diketahui mengenakan kaus berwarna biru dengan tulisan angka 606 serta celana jeans berwarna biru.
Petugas juga menemukan sebuah dompet di sekitar lokasi jasad. Di dalamnya terdapat sejumlah kartu identitas dan kartu ATM yang diduga merupakan milik korban.
Dari KTP yang ditemukan, pria tersebut diketahui bernama Muhammad Rajif Achdiatsyah, kelahiran 1 Juni 1991.
Dalam dokumen tersebut, korban tercatat beralamat di Jerebusua, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate Selatan.
Sementara pada SIM C yang ditemukan, tercantum alamat korban di BTN Gowa Lestari, Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas korban.
Informasi awal yang diterima polisi menyebutkan bahwa korban bukan warga Kecamatan Manggala.
Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan membenarkan adanya penemuan jasad pria tersebut.
Menurutnya, penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan.
Polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tenggelam atau karena faktor lainnya.
“Untuk penyebabnya masih diselidiki,” ujar Semuel kepada wartawan.
Selain menyelidiki penyebab kematian, aparat juga tengah mengumpulkan keterangan dan informasi untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal di kawasan waduk.
Semuel turut mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai agar segera mendatangi Polsek Manggala.
“Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut bisa segera datang ke Polsek Manggala,” katanya.
Proses penanganan di lokasi melibatkan BPBD Kota Makassar, Dokpol, serta personel Polsek Manggala. Jasad korban selanjutnya dievakuasi untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan sejumlah pihak guna mengungkap kronologi kejadian dan memastikan penyebab kematian korban. []






