DISTORI.ID – Kabar duka datang dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Aceh Besar. Yuna, gajah anakan betina berusia di bawah tiga tahun yang merupakan anak dari gajah Suci, mati pada Selasa (11/8/2026) malam.
Yuna diduga kuat mengalami serangan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) berdasarkan diagnosis awal tim medis.
Virus tersebut dikenal rentan menyerang gajah anakan dan dapat menyebabkan kematian secara cepat.
Kondisi Yuna dilaporkan memburuk secara tiba-tiba. Pada Selasa pagi hingga siang, Yuna masih terlihat aktif beraktivitas seperti biasa.
Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, mahout atau pawang menemukan Yuna dalam kondisi lemas.
Mata dan wajahnya terlihat membengkak, sementara lidahnya tampak pucat hingga membiru.
Tim dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mahout kemudian memberikan penanganan medis darurat berupa cairan infus dan multivitamin.
Namun, kondisi Yuna terus menurun hingga akhirnya dinyatakan mati pada pukul 20.48 WIB.
Tim medis selanjutnya melakukan prosedur nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian sebelum proses pemakaman selesai sekitar pukul 00.30 WIB.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan kondisi kesehatan Yuna selama ini berada dalam pemantauan rutin setiap hari serta menjalani evaluasi berkala setiap tiga bulan.
Pemeriksaan medis terakhir pada Juni 2026 menunjukkan Yuna dalam kondisi sehat. Saat itu, Yuna memiliki Body Condition Index Score (BCIS) 5,5, yang masih berada dalam skala ideal gajah jinak, yakni 5–7.
“Penurunan kondisi Yuna sangat cepat. Berdasarkan diagnosis awal, kondisi tersebut dipicu serangan virus yang mematikan bagi anak gajah,” ujar Ujang dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ujang, pemeriksaan secara makroskopis menemukan sejumlah gejala, di antaranya pembengkakan pada wajah, mata merah, serta mukosa lidah yang berwarna kebiruan.
Pemeriksaan awal juga menemukan adanya pendarahan pada organ pencernaan bagian dalam.
Untuk memastikan penyebab kematian Yuna, BKSDA Aceh telah mengambil sejumlah sampel organ untuk menjalani pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Mengenal Virus EEHV
EEHV merupakan kelompok virus herpes yang dapat menginfeksi gajah, terutama gajah anakan.
Virus ini menyerang lapisan dalam pembuluh darah atau endothelium sehingga dapat menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke organ dalam.
Kondisi tersebut dapat memicu syok hingga kematian secara mendadak dalam waktu sekitar 24 hingga 48 jam.
Penularan virus juga dapat terjadi melalui sekresi belalai, air liur, maupun feses.
Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di Aceh. Pada 2021, anak gajah bernama Intan, yang saat itu berusia sekitar empat tahun tiga bulan dan berada di Conservation Response Unit (CRU) Trumon, Aceh Selatan, juga pernah terinfeksi EEHV. []




