DISTORI.ID – Iran kembali melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Senin (20/7) dini hari.
Dua negara yang terdampak dalam serangan tersebut adalah Kuwait dan Bahrain.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka tengah menghadapi serangan drone yang diluncurkan dari Iran.
Melalui akun resminya di platform X, militer Kuwait menjelaskan bahwa suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah merupakan hasil dari operasi sistem pertahanan udara yang berhasil mencegat ancaman yang datang.
Mengutip Al Jazeera, otoritas militer juga meminta masyarakat tetap tenang serta mematuhi seluruh arahan keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan pemerintah.
Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa sirene peringatan serangan udara telah diaktifkan. Warga diminta untuk tidak panik dan segera menuju lokasi perlindungan terdekat.
Peringatan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di platform X bersamaan dengan berlangsungnya gelombang serangan udara yang dilancarkan Iran.
Tak hanya menyasar Kuwait dan Bahrain, sebuah rudal juga dilaporkan menghantam markas kelompok oposisi Kurdi Iran, Komala, di Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan, Irak.
Berdasarkan laporan kantor berita Irak, Shafaq News, kelompok tersebut menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Komala, atau Partai Kaum Buruh Kurdistan (Kurdistan Toilers’ Party), merupakan organisasi oposisi Kurdi Iran berhaluan kiri yang berdiri pada 1969 dan telah lama menjadikan wilayah Kurdistan Irak sebagai basis operasinya.
Kelompok itu mengklaim bahwa sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah, fasilitas-fasilik mereka telah menjadi target lebih dari 91 serangan rudal dan drone. []





