DISTORI.ID – Angin kencang melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara, Aceh, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.10 WIB.
Bencana tersebut terjadi di Kecamatan Langkahan dan berdampak pada sejumlah gampong, yakni Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan.
Cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan angin kencang menerjang permukiman warga, terutama kawasan hunian sementara (huntara).
Akibatnya, puluhan unit huntara mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 58 unit huntara terdampak. Di Gampong Rumoh Rayeuk tercatat 36 unit huntara mengalami kerusakan, terdiri atas 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan.
Sementara itu, di Gampong Buket Linteung, tepatnya di Dusun Leubok Meuku, sebanyak 7 unit huntara mengalami rusak berat. Selain itu, satu unit tempat ibadah juga dilaporkan terdampak.
Di Gampong Geudumbak, terdapat 10 unit huntara yang mengalami kerusakan, dengan rincian 4 unit rusak berat, 4 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan.
Sedangkan di Gampong Langkahan, sebanyak 5 unit huntara mengalami rusak ringan.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, jumlah warga terdampak maupun pengungsi masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara telah mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu pembersihan material bangunan yang rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, membenarkan kejadian angin kencang yang melanda Kecamatan Langkahan tersebut. Menurutnya, tim masih melakukan penanganan di lapangan.
“Benar, telah terjadi angin kencang di Kecamatan Langkahan. Angin merusak huntara yang ada di sana,” ujar Bahron Bakti.
Saat ini, kondisi cuaca di wilayah terdampak dilaporkan telah membaik. Warga yang terdampak juga telah mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk susulan.
BPBA mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada musim peralihan seperti saat ini. []






