DISTORI.ID – Satpol PP/WH Banda Aceh berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya indikasi perkumpulan waria yang sering berkumpul di taman Krueng Aceh, tim kalong mengamankan 7 pria diduga melanggar syariat Islam, dan terindikasi waria.
Setelah pemeriksaan lebih lanjut dikantor 4 orang diamankan dikantor dan 3 orang setelah kita data kita arahkan pulang. Mereka terjaring operasi rutin sekitar pukul 04.11 WIB, Rabu (18/2/2026).
Saat ditangkap, petugas mencurigai para pria tersebut merupakan pelaku LGBT. Sehingga diputuskan untuk dilakukannya penyidikan, dan terduga dibawa ke kantor Satpol PP/WH Banda Aceh.
Dalam proses penyidikan, diketahui tiga orang orang di antaranya diketahui terkonfirmasi positif mengidap HIV.
Fakta ini terungkap berdasarkan pemeriksaan kesehatan terhadap para terduga pelanggar syariat yang terjaring razia.
Mereka pun langsung dirujuk untuk mendapatkan pendampingan serta layanan kesehatan sesuai prosedur.
Pemerintah turut menegaskan bahwa kerahasiaan identitas dan pendekatan non-diskriminatif tetap menjadi prinsip utama dalam setiap penanganan pelanggran jarimah.
“Ini wujud komitmen kami dalam memperkuat pengawasan pelaksanaan syariat Islam secara berkelanjutan dan humanis,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Menurutnya, setiap upaya penegakan syariat dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta menghormati hak asasi setiap warga negara.
“Kami tidak mentolerir pelanggaran, namun tetap memastikan penanganan dilakukan secara profesional dan berkeadilan,” ujarnya.
Terkait penanganan pelanggar yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi kesehatan, Illiza memastikan adanya koordinasi lintas sektor agar yang bersangkutan memperoleh pendampingan dan layanan yang diperlukan,.
“Tanpa stigma dan dengan menjaga kerahasiaan data pribadi,” ujarnya lagi.
Illiza menegaskan, pengawasan penegakan syariat Islam di ibu kota akan semakin diperkuat melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta sinergi lintas sektor agar penerapan di tengah-tengah masyarakat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan yang tertib, aman, dan bermartabat, sekaligus mendukung upaya pembinaan dan pelayanan sosial-kesehatan bagi warga yang membutuhkan,” ujar Illiza. []






