DISTORI.ID – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB bersama MIM Foundation memberikan bantuan tanggap darurat berupa empat unit mesin genset untuk menjawab krisis penerangan di lokasi terdampak banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bencana banjir yang melanda wilayah tersebut tidak hanya merendam permukiman dan memutus jalur transportasi, tetapi juga melumpuhkan jaringan listrik.
Kondisi ini membuat aktivitas malam hari di posko pengungsian dan fasilitas umum berjalan sangat terbatas.
Keempat genset tersebut disalurkan ke titik-titik kritikal, yaitu dua lokasi posko pengungsian dan dua masjid yang berfungsi sebagai pusat aktivitas warga.
Lokasi penerima meliputi Desa Rantau Bintang dan Desa Sunting di Kecamatan Bandar Pusaka, serta Kampung Landuh dan Kampung Durian di Kecamatan Rantau.
Relawan MIM Foundation di Aceh, Dedy Kurniawan, menjelaskan bahwa bantuan ini langsung membawa perubahan signifikan.
Dampaknya langsung terasa karena posko yang sebelumnya gelap gulita dan sepi kini kembali terang dan hidup.
“Anak-anak bisa lebih tenang, relawan bisa mengkoordinir bantuan dengan baik, dan warga bisa beribadah dengan nyaman di malam hari. Ini lebih dari sekadar mesin, ini penyemangat,” ujar Dedy , dikutip Sabtu (3/1/2026).
Selain untuk penerangan, genset juga menjadi sumber daya bagi pengisian ulang perangkat komunikasi warga dan relawan, serta mengoperasikan peralatan pendukung di dapur umum.
Kehadiran listrik darurat dinilai krusial untuk mendukung keberlangsuan layanan kemanusiaan dan menjaga kondisi psikologis penyintas.
Komitmen bantuan dari NTB tidak berhenti pada penanganan darurat.
Dalam pernyataan tertulisnya, kedua lembaga mengumumkan rencana tindak lanjut untuk memulihkan akses air bersih dengan membangun dan mengaktifkan sumur bor di lokasi-lokasi yang membutuhkan.
“Bantuan ini adalah ikhtiar bersama untuk mengembalikan sedikit kenyamanan dan harapan di tengah kesulitan,” demikian disampaikan perwakilan FKIJK NTB.
Bantuan genset dan rencana penyediaan air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir sekaligus mendukung proses pemulihan di awal tahun 2026. []






