DISTORI.ID – Manajemen BPMA hadir pada Kegiatan Penyusunan Profil Risiko Sektor Hulu Minyak dan Gas Bumi, Badan Pengelola Migas Aceh selaku pelaksana pengelolaan kegiatanusaha hulu minyak dan gas bumi wilayah Aceh di Pondok Indah Jakarta Selatan pada hari Rabu 8 Oktober 2025.
Hadir dalam acara tersebut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral selaku Pembina Sektor Hulu Migas Ariana Sumanto, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, Deputi Dukungan Bisnis Badan Pengelola Migas Aceh Edy Kurniawan selaku pelaksana pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi wilayah Aceh, Kadep Infrastruktur IT SKK Migas Rachmat Budijanto, serta Para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) WK Aceh Hulu Migas yang telah menjadi responden dalam kegiatan penyusunan profil risiko sektor hulu migas.
Deputi Dukungan Bisnis Edy Kurniawan menyampaikan partisipasi aktif KKKS dalam pelaksanaan penyusunan profil risiko sektor hulumigas ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
“Risiko bukan hanya sebatas menghasilkan sebuah dokumen profil risiko, namun juga menghadirkan inisiatif strategis yang akan menjadi dasar pengelolaan risiko siber secara terarah, komprehensif, dan berkesinambungan dalam meningkatkan ketahanan siber Sektor Energi dan Sumber Daya Alam terhadap berbagai ancaman siber yang semakin kompleks dan canggih” ucapnya.
Selain itu, dokumen profil risiko organisasi yang telah ada saat ini perlu ditindaklanjuti melalui implementasi strategi mitigasi yang nyata, penguatan budaya sadar risiko, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara konsisten.
Langkah-langkah tersebut akan mendukung penerapan tata kelola risiko yang baik (good risk governance) sekaligus meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kesiapan organisasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
“Kami berharap kolaborasi yang terjalin ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan. Pada kesempatan ini,Kami mengharapkan partisipasiBapak/Ibu pada Kontraktor Kontrak Kerja Sama Hulu Migas yang belummelakukan pengisian survey profilrisiko untuk dapat meluangkanwaktu dan melengkapi survey profil risiko tersebut,”ucap deputi bidang keamanan siber dan sandi perekonomian.
Dia berharap hasil dari kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan, mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi, serta menjadi pijakan yang kokoh bagi penguatan tata kelola risiko siber di sektor hulu minyak dan gas bumi padamasa mendatang.
“Terima kasih atas perhatian, pemikiran, dan kontribusi Bapak/Ibu semua,”pungkasnya.






