DISTORI.ID – Fenomena pergerakan tanah hingga saat ini masih menghantui pemukiman warga yang ada di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, fenomena tersebut masih berlangsung sampai dengan Selasa (17/6).
“Fenomena gerakan tanah masih berlangsung di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (18/6).
Abdul memastikan BPBD setempat terus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
“Peristiwa ini telah menjadi perhatian dan terus dipantau BNPB,” jelasnya.
Data sementara, rumah rusak berat 58 unit, rusak sedang 3 unit dan rusak ringan 8 unit, sedangkan fasilitas ibadah rusak berat 1 unit dan jalan desa terputus 1 akses.
Bencana ini juga memicu adanya pengungsian warga, tercatat 47 KK (145 jiwa) mengungsi mandiri di rumah kerabat dan 36 KK (111 jiwa) mengungsi di kantor desa.
“Lokasi gerakan tanah terjadi di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani,” tukasnya.
Menyikapi sejumlah bencana di wilayah nusantara, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga.
Terkait bahaya hidrometeorologi basah, khususnya cuaca ekstrem, Abdul mengimbau wilayah-wilayah dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, seperti sebagian besar wilayah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
“Warga diimbau untuk selalu memutakhirkan informasi prakiraan cuaca apabila akan beraktivitas di luar ruangan,” imbaunya. []





