DISTORI.ID – Sabang, sebuah kota kecil di ujung barat Indonesia yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, kini menambah satu lagi destinasi bahari yang patut dijelajahi. Rumah Nemo, spot wisata yang baru saja diresmikan pada awal Maret 2024, menawarkan pengalaman berbeda bagi para pecinta laut.
Diresmikan dalam rangkaian Sabang Marine Festival 2024 (SMF24), Rumah Nemo diharapkan menjadi salah satu magnet baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
Berada di Gampong Krueng Raya, spot ini menawarkan pemandangan bawah laut yang luar biasa. Rumah Nemo bukan sekadar nama, namun tempat ini benar-benar menjadi habitat berbagai jenis ikan badut, termasuk yang dikenal sebagai Nemo, ikan berwarna oranye dan putih yang menjadi populer berkat film animasi. Dengan 8 titik spot penyelaman yang telah diidentifikasi, wisatawan dapat menemukan delapan jenis ikan badut yang menghuni area ini.
Setiap titik spot di Rumah Nemo memiliki kedalaman yang berbeda-beda, menjadikannya cocok untuk semua tingkat keahlian penyelam, dari pemula hingga profesional. Irwansyah, Ketua Pokdarwis Mandiri Krueng Raya, menyebutkan bahwa masih banyak potensi titik-titik penyelaman lain yang belum teridentifikasi, dan mereka akan terus menggali lebih dalam untuk menemukan keindahan lainnya di perairan Sabang.
Rumah Nemo bukan sekadar objek wisata biasa. Penjabat (Pj) Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, menekankan bahwa kehadiran destinasi ini merupakan bukti nyata komitmen masyarakat Sabang, khususnya warga Gampong Krueng Raya, dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai mereka.
Dalam sambutannya, Reza menyebutkan bahwa kekuatan utama Sabang sebagai destinasi wisata terletak pada keindahan alam yang terjaga dengan baik. Dengan pelestarian yang konsisten, Sabang dapat mempertahankan daya tarik wisatanya yang berbasis konservasi, menjadikannya berbeda dari destinasi lain yang mungkin lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur.
“Keunggulan Sabang adalah keindahan alam yang terpelihara dengan baik. Inilah daya tarik utama Sabang sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia,” kata Reza Fahlevi saat peresmian Rumah Nemo.
Dengan adanya spot wisata baru ini, Pemerintah Kota Sabang berharap bahwa diversifikasi produk wisata akan terus dilakukan. Hal ini bertujuan agar wisatawan memiliki banyak pilihan aktivitas selama berada di Sabang, sehingga mereka lebih lama tinggal dan turut berkontribusi terhadap ekonomi lokal. Reza juga menegaskan bahwa destinasi berbasis komunitas seperti Rumah Nemo akan dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat, dengan panduan standar pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan modern.

Selama SMF24 berlangsung, selain meresmikan Rumah Nemo, juga dilakukan aksi Coral and Coastal Clean Up di beberapa titik pantai, termasuk Pantai Anoi Itam yang terkenal dengan pasir hitamnya. Aksi bersih-bersih ini melibatkan banyak pihak, mulai dari masyarakat lokal, wisatawan, hingga komunitas penyelam, yang semuanya bersatu dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan laut Sabang.
Pj Keuchik Krueng Raya, Adriansyah, menyampaikan kebanggaannya atas peresmian Rumah Nemo dan pelibatan desanya dalam ajang besar seperti SMF24. Ia menekankan bahwa Gampong Krueng Raya siap mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan, dengan harapan desanya menjadi salah satu tujuan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah laut Sabang.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Sabang dan BPKS yang telah melibatkan kami. Ini adalah kesempatan besar bagi Gampong Krueng Raya untuk menunjukkan potensi wisata baharinya,” ujar Adriansyah dengan antusias.
Peluncuran Rumah Nemo diharapkan tidak hanya membawa dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat setempat. Dengan semakin bertambahnya destinasi wisata unggulan di Sabang, diharapkan wisatawan yang datang akan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, sehingga durasi kunjungan mereka akan bertambah. Hal ini, tentu saja, akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat lokal, yang banyak bergantung pada sektor pariwisata. []






