SABANG, DISTORI.ID – Wisata bahari di Sabang kembali menghadirkan daya tarik baru yang siap memikat para pecinta laut. Kali ini, sebuah spot penyelaman bernama “Rumah Nemo” resmi diperkenalkan sebagai destinasi snorkeling yang unik dan memukau. Berlokasi di Desa Krueng Raya, Kecamatan Suka Karya, kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda dengan pesona bawah laut yang masih alami.
“Rumah Nemo” menjadi rumah bagi ikan badut atau yang lebih dikenal sebagai ikan nemo, yang berenang bebas di antara anemon laut. Airnya yang jernih membuat wisatawan dapat dengan mudah menikmati pemandangan tersebut, bahkan hanya dengan snorkeling di permukaan. Warna-warni terumbu karang yang sehat turut menambah keindahan panorama bawah laut di lokasi ini.
Daya tarik utama dari “Rumah Nemo” terletak pada kemudahan akses untuk melihat langsung kehidupan bawah laut dari jarak yang sangat dekat. Wisatawan tidak perlu menyelam terlalu dalam untuk menyaksikan keindahan warna-warni ikan serta anemon yang bergoyang lembut mengikuti arus laut. Selain itu, suasana yang relatif tenang dan jauh dari keramaian membuat pengalaman snorkeling semakin nyaman dan menyenangkan.
Untuk mencapai wisata “Rumah Nemo”, perjalanan dimulai dari pusat Kota Sabang. Dari sini, wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat menuju Kecamatan Suka Karya dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit.
Rute perjalanan menyuguhkan pemandangan khas pulau tropis, dengan jalanan berkelok, pepohonan rindang, serta panorama laut yang indah.
Setibanya di Desa Krueng Raya, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju titik snorkeling atau menggunakan perahu kecil milik warga setempat untuk mencapai spot terbaik “Rumah Nemo”. Akses yang relatif mudah ini menjadikan lokasi tersebut cocok untuk wisata keluarga maupun rombongan.
Irwansyah, Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Krueng Raya, menjelaskan bahwa Rumah Nemo merupakan hasil dari inisiatif warga setempat yang ingin mengembangkan potensi wisata bawah laut di wilayah mereka.
“Kami telah mengidentifikasi delapan titik spot penyelaman khusus untuk melihat ikan nemo. Lokasi ini sangat strategis, dengan kedalaman laut antara 2 hingga 6 meter dan arus yang tidak deras, sehingga aman untuk penyelam pemula maupun berpengalaman,” ujar Irwansyah.
Dari delapan titik yang sudah terdeteksi, enam di antaranya membutuhkan alat diving untuk mencapai dasar laut. Namun, wisatawan yang tidak ingin menyelam dalam-dalam dapat menggunakan peralatan snorkeling di titik-titik yang lebih dangkal. Setiap spot telah ditandai dengan bendera berwarna oranye dan putih bertuliskan “Finding Nemo,” menjadikan lokasi ini mudah dikenali.
Biaya untuk menikmati keindahan bawah laut di Rumah Nemo berkisar antara Rp350.000 hingga Rp500.000 per orang. Harga ini sudah termasuk peralatan diving atau snorkeling, pemandu wisata, dan transportasi menggunakan speed boat dari bibir pantai menuju lokasi penyelaman. Jarak dari pantai menuju titik penyelaman hanya memakan waktu sekitar lima menit.
Selain itu, wisatawan juga dapat melakukan perjalanan singkat ke Pulau Klah yang terletak hanya sepuluh menit dari lokasi penyelaman. “Jika wisatawan ingin berkeliling Pulau Klah, biaya transportasi hanya Rp150.000,” tambah Irwansyah.
Menariknya, selain keindahan ikan nemo dan terumbu karang, di sekitar spot penyelaman juga ditemukan peninggalan sejarah berupa rudal peninggalan Jepang di bawah laut. Meskipun belum diidentifikasi secara pasti, temuan ini menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah bawah laut Sabang.
Salah satu wisatawan dari Banda Aceh, Ulin, mengaku terkesan dengan keindahan bawah laut di lokasi ini. Ia menyebut pengalaman snorkeling di “Rumah Nemo” terasa berbeda dibandingkan tempat lain. “Airnya jernih sekali, kita bisa langsung lihat ikan-ikan kecil dan anemon tanpa harus jauh ke tengah,” kata Ulin belum lama ini.
Ulin juga menambahkan bahwa suasana yang tenang membuatnya merasa lebih santai dan betah berlama-lama menikmati keindahan laut. Menurutnya, lokasi ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
“Di sini benar-benar terasa alami dan belum terlalu ramai, jadi kita bisa menikmati laut dengan lebih leluasa. Saya juga jadi lebih sadar pentingnya menjaga terumbu karang dan tidak merusak habitat ikan,” tambahnya.
Ia berharap “Rumah Nemo” tetap dijaga kelestariannya agar keindahan bawah lautnya bisa terus dinikmati oleh generasi berikutnya.
Sementara, Adriansyah, Penjabat Keuchik Krueng Raya, menyampaikan rasa bangganya atas hadirnya spot wisata Rumah Nemo yang melibatkan masyarakat desanya secara aktif.
“Ini adalah peluang besar bagi kami untuk mempromosikan potensi wisata bahari yang ada di desa kami,” ujar Adriansyah.
Selain menikmati keindahan bawah laut, wisatawan juga bisa bersantai di warung-warung yang tersedia di sekitar pantai, yang menyajikan aneka kuliner khas Sabang serta minuman segar seperti kelapa muda. Hal ini menambah kenyamanan bagi pengunjung setelah seharian beraktivitas di laut.
Dengan adanya Rumah Nemo, Sabang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia. Hadirnya destinasi wisata indah nan memukau seperti ini diharapkan dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan di Sabang dan turut meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Pemerintah Kota Sabang Perkuat Promosi dan Kualitas Pariwisata Menuju Destinasi Kelas Dunia
Pemerintah Kota Sabang bersama pelaku industri pariwisata terus memperkuat upaya promosi guna memperkenalkan potensi wisata Sabang ke tingkat nasional hingga internasional.
Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Sabang juga didukung oleh infrastruktur yang memadai. Kondisi jalan yang relatif baik serta minim kemacetan memberikan kenyamanan bagi wisatawan dalam beraktivitas. Suasana kota yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari rutinitas.
Dari sisi keamanan, Sabang dinilai memiliki kondisi yang kondusif. Minimnya tindak kriminalitas serta dukungan masyarakat dalam menjaga ketertiban menjadi faktor penting yang memberikan rasa aman bagi wisatawan.
Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sektor pariwisata secara berkelanjutan.
“Kami memastikan wisatawan merasa aman selama berada di Sabang,” ujar Zulkifli.
Ia menjelaskan, berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas umum, hingga penguatan promosi destinasi unggulan.
“Kami terus berbenah, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan, maupun promosi, agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali lagi ke Sabang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zulkifli menyampaikan bahwa peningkatan jumlah wisatawan tidak hanya difokuskan pada kuantitas, tetapi juga kualitas kunjungan yang mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Kami menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahunnya, dengan tetap menjaga kualitas lingkungan dan pelayanan,” katanya.
Pemerintah Kota Sabang juga terus mendorong pengembangan Sabang sebagai kawasan wisata bahari kelas dunia, dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Sabang optimistis mampu bersaing dengan destinasi wisata internasional lainnya.
“Kami ingin menjadikan Sabang sebagai destinasi unggulan yang dikenal dunia tanpa mengabaikan kelestarian alam,” kata Zulkifli. [ADV]






