DAERAHHUKUMNEWSPERISTIWA

Seorang Pria Diduga Dikeroyok saat Pawai Sayyang Pattu’du di Majene

DISTORI.ID – Rangkaian tamatan massal di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang diwarnai pawai kuda tradisional Sayyang Pattu’du mendadak berlangsung tegang.

Keributan dilaporkan terjadi ketika masyarakat sedang memadati lokasi kegiatan pada Sabtu (26/9/2026).

Peristiwa tersebut kemudian direkam warga dan videonya menyebar di sejumlah platform media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, seorang pria mengenakan kaus kuning dan celana hitam terlihat berada di tengah kerumunan.

Beberapa orang tampak mengelilinginya sebelum situasi berubah menjadi aksi kekerasan yang diduga berupa pemukulan.

Informasi terkait kejadian itu salah satunya disampaikan melalui unggahan akun Facebook Ahmadi Mansur.

Unggahan tersebut menyebut keributan berlangsung ketika acara Penamatan Sayyang Pattu’du digelar di Desa Maliaya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Polres Majene disebut tengah melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang terlibat.

Namun, sampai saat ini belum diketahui secara pasti identitas pria yang diduga menjadi korban maupun orang-orang yang terlihat melakukan tindakan kekerasan dalam video.

Di balik kericuhan tersebut, terdapat momen lain yang turut menarik perhatian warganet.

Seorang anak perempuan terlihat menangis ketika diduga melihat ayahnya berada dalam kerumunan yang sedang terlibat keributan.

Suasana haru semakin terlihat setelah situasi mulai mereda. Dua anak perempuan tampak menghampiri pria yang diduga menjadi korban sambil menangis.

Kedua anak tersebut kemudian memeluk pria itu. Ia pun terlihat mencium mereka.

Potongan video yang memperlihatkan momen tersebut kemudian banyak dibagikan pengguna media sosial.

Peristiwa itu memunculkan beragam respons dari warganet.

Sebagian pengguna media sosial mengecam dugaan aksi kekerasan yang terjadi di tengah kegiatan masyarakat tersebut.

Padahal, sebelum keributan terjadi, pelaksanaan Sayyang Pattu’du berlangsung semarak.

Pawai dalam rangkaian tamatan massal itu diikuti lebih dari 80 ekor kuda dan disaksikan masyarakat yang memadati lokasi.

Hingga kini, belum diketahui faktor yang memicu keributan tersebut. Kronologi lengkap kejadian masih menunggu hasil pendalaman aparat kepolisian.

Belum ada pula informasi resmi mengenai identitas seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Polres Majene masih menangani peristiwa itu sesuai proses dan ketentuan yang berlaku.

Informasi mengenai laporan resmi, status penanganan perkara, serta kondisi pria yang diduga menjadi korban juga masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button