DISTORI.ID – Menjadi seorang engineer tidak hanya dituntut mampu menghitung, merancang proses, atau mengoperasikan teknologi.
Lebih dari itu, seorang engineer harus memiliki kepedulian terhadap keselamatan serta mampu mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Tamu bertajuk “Be The First Responder: First Aid & Emergency Response untuk Generasi Engineer Teknik Kimia” yang digelar Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekkah (USM) melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMTEKI), Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah Fakultas Teknik USM tersebut menghadirkan dr. M. Ihya Ulumuddin Rahawarin, sebagai pemateri.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan pertolongan pertama dan respons terhadap kondisi darurat, khususnya dalam menghadapi lingkungan kerja yang memiliki potensi risiko keselamatan.
Kepala Program Studi Teknik Kimia USM, Zulhaini Sartika, menegaskan bahwa pembentukan budaya keselamatan harus ditanamkan sejak mahasiswa berada di bangku kuliah.
“Safety mindset harus dibangun sejak dini. Mahasiswa Teknik Kimia perlu memahami bahwa keselamatan bukan hanya aturan di tempat kerja, tetapi merupakan bagian dari budaya dan profesionalisme seorang engineer.”
Menurutnya, kompetensi teknis yang kuat harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengidentifikasi risiko, berkomunikasi, bekerja dalam tim, serta memberikan respons yang tepat ketika terjadi keadaan darurat.
Sementara itu, Ketua HIMTEKI Meri Muliati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi menghadirkan pembelajaran yang memiliki manfaat praktis bagi mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa Teknik Kimia memiliki kesiapan yang lebih baik, bukan hanya sebagai mahasiswa tetapi juga sebagai calon engineer yang nantinya akan berada di lingkungan industri.”
Melalui kuliah tamu tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa keselamatan kerja, kemampuan tanggap darurat, dan kepedulian terhadap sesama bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan bagian penting dari profesionalisme seorang engineer Teknik Kimia.
Dengan demikian, lulusan Teknik Kimia tidak hanya dibekali kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi berbagai risiko serta situasi darurat di lingkungan industri. []






