DISTORI.ID – Indonesia kehilangan salah satu sosok kreatif paling berpengaruh dengan berpulangnya Eugene Panji pada Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 14:53 WIB di RS Siloam Heart Hospital Cinere, Depok.
Sutradara sekaligus kreator multi-talenta ini wafat dengan damai di usia 52 tahun. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Carolus, Lantai 8, Ruangan Mikael E, sebelum dimakamkan sesuai keputusan keluarga.
Perjalanan hidup Eugene Panji adalah kisah tentang dedikasi dan cinta terhadap dunia kreatif. Ia memulai karier dari produksi iklan televisi dan video klip musik, menggarap karya untuk musisi papan atas seperti Slank, Agnez Mo, Tompi, Ada Band, dan Cokelat.
Dari layar kecil, ia melangkah ke layar lebar dengan film debut “Cita-Citaku Setinggi Tanah” (2012). Film ini bukan hanya karya seni, tetapi juga aksi sosial karena seluruh keuntungannya disumbangkan untuk anak-anak penderita kanker.
Pada 2017, Eugene menghadirkan “Naura & Genk Juara”, film musikal anak yang menjadi favorit keluarga. Dua tahun kemudian, ia menyutradarai “22 Menit”, film aksi yang terinspirasi dari tragedi bom Thamrin.
Tahun 2023, ia kembali mengejutkan publik dengan drama romantis “Bangsatnya Cinta Pertama”, menunjukkan fleksibilitasnya dalam berbagai genre.
Selain film, Eugene membangun ruang kreatif seperti Paviliun 28 di Jakarta dan Longkang Kotagede di Yogyakarta. Tempat ini menjadi wadah komunitas seni dan bisnis lokal, memperlihatkan kepeduliannya terhadap ekosistem kreatif.
Kabar wafatnya Eugene Panji meninggalkan duka mendalam. Astrid Tiar, Dira Sugandi, dan Melanie Subono menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.
Penerbit KPG menulis, “Karya-karya Panji menjadi pengingat bahwa cerita dapat berpindah medium, dari layar, musik, hingga halaman buku—dan tetap menemukan jalannya untuk tinggal dalam ingatan penonton dan pembaca.”
Eugene dikenang sebagai sosok yang menjadikan karya sebagai medium berbagi dan menginspirasi. Warisannya akan terus hidup dalam ingatan masyarakat. []






