AKADEMIKEKONOMINEWS

Diakui Dunia Akademik China, Purbaya Diganjar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi

DISTORI.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima penghargaan sebagai Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China.

Gelar tersebut diserahkan langsung oleh Presiden sekaligus Rektor Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu.

Pemberian penghargaan itu didasarkan pada penilaian atas kontribusi Purbaya dalam mendorong perkembangan sektor ekonomi dan keuangan, baik di Indonesia maupun di tingkat global.

Menanggapi penghargaan tersebut, Purbaya menyampaikan rasa terima kasih dan menyebut pengakuan dari Universitas Nankai bukan sekadar apresiasi atas pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi simbol semakin kuatnya hubungan bilateral Indonesia dan China, khususnya di sektor ekonomi, keuangan, dan pendidikan.

“Penghargaan ini saya persembahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia serta para pengelola keuangan negara yang terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menilai sinergi antara kalangan akademisi dan pembuat kebijakan memiliki peran penting untuk menghadapi dinamika serta tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari penghargaan tersebut, Universitas Nankai juga mengundang Purbaya untuk memberikan kuliah kehormatan sekaligus berdiskusi dengan para peneliti dan akademisi di kampus yang berlokasi di Tianjin, China.

Purbaya berharap momentum ini dapat mempererat kerja sama akademik antara Indonesia dan China, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang riset, pendidikan, dan perumusan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

Sebelumnya, Purbaya juga mengungkapkan bahwa kepercayaan pemerintah China terhadap Indonesia masih tetap terjaga meskipun terdapat sejumlah catatan terhadap kebijakan nasional.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an, perwakilan bank sentral China (People’s Bank of China/PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor dalam kunjungan kerja ke China pada 16–19 Juni 2026.

Menurut Purbaya, kedua negara menunjukkan komitmen untuk mempererat hubungan kerja sama. Meski demikian, pihak China juga menanyakan perkembangan kondisi ekonomi Indonesia yang kemudian dijelaskan langsung olehnya.

“Kedua negara sama-sama memiliki semangat memperkuat hubungan. Mereka juga ingin mengetahui kondisi aktual Indonesia, dan saya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tidak menghadapi persoalan mendasar,” ujarnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button