DISTORI.ID – Alwi Farhan menunjukkan mental juara yang sesungguhnya. Sebulan setelah mengalami kekecewaan besar di ajang Thomas Cup 2026, tunggal putra muda Indonesia itu berhasil mencetak kemenangan terbesar dalam kariernya.
Berhasil menumbangkan pebulu tangkis nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi.
Dalam laga babak kedua Singapore Open 2026 di Singapore Indoor Stadium, Kamis (29/5/2026), Alwi tampil luar biasa. Dia menang tiga gim dengan skor 21-16, 19-21, dan 21-14.
Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi pemain berusia 21 tahun tersebut.
Pasalnya, hasil tersebut datang setelah masa sulit yang ia alami di Thomas Cup.
Saat itu, Indonesia tersingkir secara menyakitkan di fase grup usai kalah 1-4 dari Prancis.
Alwi turut menelan kekalahan dua gim langsung dari Alex Lanier.
“Laga itu sangat menyakitkan bagi saya dan tim. Beberapa hari setelahnya saya sangat kecewa, bahkan sempat merasa takut,” ujar Alwi usai pertandingan.
“Tapi hari ini saya membuktikan sesuatu kepada diri saya sendiri. Rasanya seperti keajaiban. Meski begitu, saya harus tetap membumi karena pertandingan besok jauh lebih penting,”sambungnya.
Menghadapi Shi Yu Qi bukan perkara mudah. Setelah merebut gim pertama, Alwi gagal mengunci kemenangan di gim kedua.
Bahkan pada gim penentuan, keunggulan 7-1 yang sempat ia raih perlahan mulai terancam saat Shi mencoba melakukan comeback khasnya.
Namun berbeda dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Alwi kali ini tampil sangat tenang.
“Saya tahu pemain sekelas Shi Yu Qi akan tetap yakin bisa menang meski tertinggal. Karena itu saya harus lebih tenang dan mengelola situasi lebih baik darinya,” kata Alwi.
“Kalau terlalu ingin menang, saya biasanya justru membuat banyak kesalahan. Jadi setelah kehilangan gim kedua, saya mengingatkan diri sendiri bahwa pertandingan belum selesai,”ucap Alwi.
Pendekatan itu terbukti ampuh. Alwi mampu menjaga fokus hingga akhir laga dan memastikan kemenangan yang langsung menggemparkan turnamen.
Hasil ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Indonesia telah menemukan calon pemimpin baru di sektor tunggal putra.
Di tengah usia Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang semakin matang, Alwi mulai menunjukkan tanda-tanda siap memikul harapan besar bulu tangkis Indonesia.
“Memang ada banyak ekspektasi. Tapi saya masih muda dan harus bisa mengelolanya dengan baik,” ujarnya.
Untuk satu hari yang luar biasa di Singapura, Alwi Farhan berhasil melakukan semuanya dengan sempurna.
Ia bukan hanya mengalahkan pemain terbaik dunia, tetapi juga mengalahkan keraguan yang sempat menghantuinya setelah kegagalan di Thomas Cup. []






