NEWSPERISTIWA

Di Tengah Sorotan Kasus Pesantren, Kapolres Sukoharjo Dimutasi

DISTORI.ID – Polri melakukan mutasi terhadap tiga perwira menengah (Pamen). Salah satu posisi yang mengalami pergantian adalah Kapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, di tengah proses pemeriksaan internal oleh Divisi Propam Mabes Polri.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2463/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurutnya, Polri tetap memperhatikan setiap aspirasi dan keluhan masyarakat, terutama terhadap peristiwa yang menjadi perhatian publik.

“Polri tidak mengabaikan setiap aspirasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat. Setiap peristiwa yang menjadi perhatian publik harus menjadi bahan evaluasi, termasuk memastikan pelaksanaan tugas anggota di lapangan berjalan sesuai prosedur. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dalam keputusan mutasi tersebut, AKBP Andhika Dharma Sena yang sebelumnya menjabat Kapolres Sukoharjo dimutasi sebagai Pamen Stamaops Polri.

Posisi yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada AKBP Indra Maulana Saputra. Sebelumnya, Indra menjabat sebagai Kapolres Boyolali.

Sementara itu, jabatan Kapolres Boyolali selanjutnya diisi AKBP Christopher Adhikara Lebang yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jawa Tengah.

Trunoyudo menegaskan, mutasi jabatan tersebut tidak menghentikan proses pemeriksaan terhadap AKBP Andhika Dharma Sena yang saat ini ditangani Propam Mabes Polri.

Pemeriksaan tetap dilakukan untuk mendalami pelaksanaan tugas serta kepatuhan terhadap prosedur dalam peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat.

“Pemeriksaan internal tetap berjalan secara objektif dan sesuai mekanisme yang berlaku. Polri ingin memastikan setiap persoalan ditangani secara proporsional, sekaligus memberikan perhatian terhadap keluhan masyarakat dan perlindungan bagi anak-anak santri yang terdampak,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap personel yang mendapat penugasan baru diharapkan segera menjalankan tanggung jawabnya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Polri juga menjadikan setiap evaluasi sebagai bahan pembenahan untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas kinerja anggota.

Melalui mutasi dan pemeriksaan internal tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan serta memastikan setiap pelaksanaan tugas kepolisian berjalan sesuai prosedur dan mengutamakan kepentingan masyarakat. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button