DISTORI.ID – Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.149 per dolar AS pada perdagangan Selasa (3/11) pagi, menguat tipis 7 poin atau 0,04 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Peso Filipina (+0,21%), yen Jepang (+0,02%), dan won Korea Selatan (+0,19%) menguat, sementara dolar Hong Kong bergerak datar.
Sebaliknya, yuan China (-0,29%), ringgit Malaysia (-0,16%), dan dolar Singapura (-0,11%) melemah terhadap dolar AS.
Kompak dengan sebagian mata uang Asia, seluruh mata uang utama negara maju juga terkoreksi.
Euro Eropa dan poundsterling Inggris turun masing-masing 0,03 persen. Dolar Australia melemah 0,07 persen, dolar Kanada 0,05 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,10 persen.
Faktor Penggerak dan Proyeksi
Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas.
Peluang penguatan didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan pembicaraan damai di Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan berfluktuasi dalam rentang ketat dengan potensi penguatan terbatas, didukung penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan damai Timur Tengah,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Meski demikian, investor diimbau tetap berhati-hati menghadapi pekan yang padat agenda rilis data ekonomi serta antisipasi pemilu legislatif paruh waktu Amerika Serikat.
Sentimen pasar ekuitas yang masih lemah turut membayangi pergerakan rupiah.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS. []





