DISTORI.ID – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Aceh dan TPID Kota Banda Aceh menyiapkan 2.500 paket sembako bersubsidi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung pada 15–16 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 pada 16 Oktober 2026. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga daya beli rumah tangga.
Provinsi Aceh Sediakan 1.500 Paket Sembako
TPID Provinsi Aceh melalui Dinas Pangan Aceh melaksanakan GPM pada Kamis (15/10/2026) di halaman Kantor Dinas Pangan Aceh.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Perum Bulog, ID Food, pelaku usaha, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Sekda Aceh T. Robby Irza, Anggota DPD RI Darwati A. Gani, Kepala Dinas Pangan Aceh Surya Rayendra, Kepala Dinas Peternakan Aceh Safridhal, serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia.
Sejumlah perwakilan instansi dan lembaga turut hadir, di antaranya PT Rajawali Nusindo Aceh, Bank Indonesia, Bulog, PT PEMA, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Aceh.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pangan Aceh menyediakan 1.500 paket sembako bersubsidi untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Setiap paket terdiri atas beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan satu papan telur ayam ras. Komoditas tersebut dipilih untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain penjualan paket sembako, kegiatan ini juga diramaikan Pasar Tani Murah yang menawarkan berbagai komoditas hortikultura, seperti sayuran, cabai, dan bawang.
Produk pertanian tersebut tersedia dengan harga terjangkau melalui keterlibatan petani dan pelaku usaha.
Banda Aceh Gelar Pasar Murah di Dua Lokasi
Sementara itu, TPID Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) menggelar pasar murah selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat (15–16/10/2026).
Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di halaman Masjid As-Shadaqah, Gampong Lamlagang. Selanjutnya, pasar murah digelar di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Jumat (16/10/2026).
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal turut hadir bersama Kepala DP2KP Banda Aceh Iskandar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Hertha Bastiawan, Kepala Tim Bank Indonesia Hendy Hadiyan, serta sejumlah perwakilan OPD setempat.
Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan 1.000 paket bahan pangan untuk masyarakat. Isi paket tersebut sama dengan paket yang disediakan Pemerintah Aceh, yakni beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan satu papan telur ayam ras.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya yang lebih ringan, terutama di tengah tekanan harga sejumlah komoditas pangan.
Tekan Dampak Inflasi dan Jaga Daya Beli
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, inflasi Aceh pada September 2026 tercatat sebesar 0,36 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) dan 5,03 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Sementara itu, Kota Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,25 persen secara bulanan dan 4,69 persen secara tahunan pada periode yang sama.
Secara bulanan, sejumlah komoditas yang memberikan tekanan terhadap inflasi antara lain cabai merah, daging ayam ras, cabai hijau, ikan tuna, dan semangka. Adapun beras, minyak goreng, dan gula termasuk komoditas yang turut menyumbang inflasi Aceh secara tahunan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penyediaan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah berupaya membantu mengurangi beban belanja masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli.
TPID Provinsi Aceh dan TPID Kota Banda Aceh berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya juga diharapkan terus diperkuat guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Aceh.






