DISTORI.ID – Satuan rock, Papa Acid kembali hadir di panggung Art Jack Vol. 2 yang digelar di Onkel Johns, Tebet, pada Jumat malam, 11 September 2026. Setelah sebelumnya tampil di Art Jack volume pertama di Access Coffee, Depok, band asal Jember ini kembali dipercaya untuk meramaikan acara bertajuk Syaka-Laka Doom Doom.
Papa Acid tampil di slot keenam sekitar pukul 22.20 WIB, setelah penampilan IM RAPHAEL, TONO PRANCE, BURN, EUNOIA NEBULA, dan ROCKAFILLER, serta sebelum KULTUS dan VELVETHELL. Delapan band tampil dalam satu malam, namun begitu giliran Papa Acid naik, urusan siapa tampil lebih dulu tidak lagi menjadi hal penting.
Suasana Onkel Johns yang intim membuat energi pertunjukan semakin terasa. Penonton berdiri hanya beberapa langkah dari pemain, menciptakan interaksi yang intens. Crowd surfing, dorong-dorongan, hingga mikrofon yang masuk ke kerumunan menjadi bagian dari dinamika malam itu.
Papa Acid jelas bukan band yang cocok diperlakukan dengan penonton berdiri rapi. Dari jarak sedekat itu, pemain dan penonton seolah saling berebut ruang, menciptakan atmosfer yang penuh energi.
Menariknya, Papa Acid tampil dengan formasi baru. Sejak Juli 2026, band ini melakukan regenerasi personel. Tiga wajah lama masih bertahan, yakni Gaskar di vokal, Jeremi di bass, dan Ari di drum. Mereka kini ditemani Cielegato di gitar, Julius di gitar kedua, serta Adit di keyboard.
Namun malam itu ada sedikit perubahan karena Jeremi tidak dapat hadir. Papa Acid pun meminjam Tosa, basis dari band Kendrock sekaligus mahasiswa semester lima Institut Kesenian Jakarta. Tosa juga aktif di band lain bernama Vanilla Party, di mana ia berposisi sebagai gitaris.
“Kami ingin tetap menjaga energi meski dengan formasi baru. Justru regenerasi ini membuat Papa Acid semakin segar,” ujar Gaskar.
Papa Acid terbentuk pada Mei 2021 di Jember dan kini berdomisili di Jakarta. Mereka memainkan rock dengan tarikan progresif serta membawa unsur teatrikal ke atas panggung. Materi mereka tidak hanya berkutat pada romansa, tetapi juga isu sosial, kemanusiaan, hingga kehidupan modern.
Sejauh ini Papa Acid telah merilis satu album berjudul “Nice Boys Who Play Rock N’ Roll”, berisi sembilan lagu di antaranya “Hey Girl”, “Weeducation”, dan “Demon”. Dari keseluruhan lagu, “Weeducation” menjadi yang paling banyak didengarkan di Spotify.
Album tersebut juga telah dibawa dalam tur panjang ke berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Jember, Sidoarjo, Malang, Surabaya, Banyuwangi, Lumajang, hingga Bali.

Pertemuan Papa Acid dengan Art Jack Musik bukanlah yang pertama. Mereka sebelumnya tampil di Access Coffee, Depok, dalam Art Jack volume pertama. Ketika Art Jack menggelar hajatan keduanya, nama Papa Acid kembali masuk dalam daftar lineup.
Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan antara band dan penyelenggara, sekaligus memperluas lingkaran penonton yang mereka temui.
“Art Jack selalu jadi ruang yang menyenangkan. Kami bisa bertemu penonton lama sekaligus orang baru. Energinya selalu berbeda,” kata Ari, drummer Papa Acid.
Syaka-Laka Doom Doom menjadi pertemuan kedua Papa Acid dengan Art Jack Musik. Bedanya, kali ini mereka tampil dengan formasi yang sudah beregenerasi, memainkan venue yang sudah mereka kenal, dan kembali berhadapan dengan penonton dalam jarak yang hampir tanpa sekat.
Ada badan melayang di atas crowd, gitar dimainkan hanya beberapa langkah dari penonton, dan ruangan Tebet yang semakin terasa sempit begitu orang-orang mulai bergerak. Papa Acid kembali membuktikan diri sebagai salah satu band yang mampu menghadirkan energi penuh di panggung kecil sekalipun.
Jika kelak Art Jack menggelar volume ketiga dan Papa Acid kembali diundang, maka pertemuan itu akan menjadi kelanjutan dari hubungan yang sudah terjalin.
Papa Acid telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar tamu sekali datang, melainkan bagian dari lingkaran musik yang terus tumbuh bersama penonton dan penyelenggara. []






