DISTORI.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan di lingkungan Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Selasa (30/6).
Langkah tersebut terjadi di tengah beredarnya informasi mengenai aktivitas penyelidikan yang dilakukan tim KPK di wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.
Sejumlah ruangan yang diketahui disegel antara lain ruang kerja Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Wakil Bupati Mukhlisin, Sekretaris Daerah Zulkarnain, serta ruang Asisten I Setda Kuansing Fahdiasyah.
Penyegelan ditandai dengan pemasangan pita segel berwarna merah pada area yang dibatasi.
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan pihak yang melakukan penyegelan maupun hubungan tindakan tersebut dengan kegiatan yang sedang berlangsung di Kuansing.
Sebelumnya, sejak Senin (29/6), muncul laporan mengenai aktivitas yang diduga melibatkan tim KPK di kawasan Teluk Kuantan.
Pada periode yang sama, daerah tersebut sedang menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau serta Festival Pacu Jalur Rayon II.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah rumah dinas Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain. Sejumlah kendaraan patroli Brimob terlihat mendatangi lokasi dan mengawal petugas yang memasuki area rumah dinas.
Setelah petugas masuk, akses gerbang rumah dinas ditutup oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di lokasi.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa Bupati Kuansing Suhardiman Amby sempat berada di Markas Polres Kuansing. Namun hingga kini, informasi tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi.
Sejumlah wartawan yang mendatangi Polres Kuansing juga melaporkan adanya pembatasan akses menuju area tertentu. Aparat yang berjaga mengarahkan permintaan informasi melalui Seksi Humas Polres.
Seorang petugas menyampaikan agar proses konfirmasi dilakukan melalui Kasi Humas Polres untuk memperoleh keterangan resmi.
Pada Senin malam, beberapa kendaraan dilaporkan bergerak dari kawasan rumah dinas Sekda Kuansing menuju Pekanbaru. Aktivitas kendaraan juga terpantau di lingkungan Polda Riau hingga malam hari.
Meski demikian, baik pihak kepolisian maupun KPK hingga kini belum memberikan penjelasan resmi mengenai rangkaian kegiatan yang terjadi di Kuansing.
Saat dimintai tanggapan, Biro Pemberitaan KPK hanya mengirimkan balasan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang menyatakan bahwa pesan telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti. []






