NEWS

BPMA Optimistis Program Strategis Arun & SLS Dongkrak Produksi Migas pada 2027

DISTORI.ID – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terus mengawal keberlanjutan produksi migas sekaligus memastikan pelaksanaan program strategis dalam Optimasi Pengembangan Lapangan (OPL) Arun & SLS berjalan sesuai target.

Untuk mendukung hal tersebut, Wakil Kepala BPMA bersama jajaran melakukan kunjungan kerja dan monitoring ke Wilayah Kerja (WK) “B”.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra, Deputi Perencanaan Muhammad Makmun, serta Pengendali Program dan Anggaran Pondra Pradypta.

Dalam kunjungan itu, rombongan BPMA turut didampingi manajemen Pema Global Energi (PGE), di antaranya General Manager Andika Mahardika, Subsurface Manager Wiendra Faridsyah, Field Manager Ruzi Abdul Muis, HSE Manager Irwanda Jalil, serta Manager Tim Facility and Engineering.

Monitoring dilakukan untuk memperoleh gambaran terkini terkait implementasi Production Sharing Contract (PSC) serta pelaksanaan OPL Arun & SLS. Program tersebut diarahkan untuk menekan inefisiensi operasional, meningkatkan penjualan gas dari Wilayah Kerja “B”, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPMA memastikan kesesuaian antara rencana pengembangan yang telah disetujui dengan realisasi pelaksanaan di lapangan.

Evaluasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari subsurface, surface facilities, perkembangan jadwal proyek, proyeksi profil produksi, aspek komersial, hingga tingkat keekonomian proyek secara menyeluruh.

BPMA juga meninjau perkembangan tiga program strategis utama dalam OPL Arun & SLS yang ditargetkan dapat meningkatkan produksi dan lifting migas, yakni pembangunan Gas Engine Generator (GEG), Gas Booster Compressor (GBC), dan Gas Processing Facility (GPF).

Berdasarkan hasil pemantauan, ketiga program tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup positif.

Di sisi lain, BPMA dan Pema Global Energi terus melakukan pembahasan intensif untuk menyusun langkah dan program yang dapat mendorong peningkatan produksi migas pada masa mendatang.

Hasil evaluasi jadwal proyek juga menunjukkan progres yang baik. Proyek yang ditargetkan mulai beroperasi (onstream) pada 2027 diharapkan dapat rampung tepat waktu sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi negara, daerah, maupun kontraktor.

Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan seluruh program strategis dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja, manajemen risiko, kualitas pelaksanaan, serta penerapan tata kelola yang baik.

“BPMA mendukung penuh seluruh upaya peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja ‘B’ guna memastikan keberlanjutan produksi serta pemenuhan kebutuhan feed gas untuk fasilitas pengolahan yang sedang dikembangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui monitoring tersebut BPMA ingin memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap berbagai tantangan di lapangan sekaligus memastikan langkah mitigasi yang disiapkan berjalan efektif agar target proyek dapat tercapai sesuai rencana.

BPMA juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pelaksanaan proyek.

Dengan kolaborasi antara operator, BPMA, dan seluruh pihak terkait, program strategis ini diharapkan mampu berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi industri hulu migas nasional.

Pelaksanaan OPL Arun & SLS juga diharapkan dapat mendorong optimalisasi produksi lapangan, meningkatkan nilai keekonomian proyek, memperbesar penerimaan negara, serta mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Aceh secara berkelanjutan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button