AKADEMIKPENDIDIKAN

Putra Nagan Raya Raih Gelar Doktor, Onal Syafrizal Tempuh Perjuangan dari Perkebunan hingga Kampus

DISTORI.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Aceh. Dosen Program Studi Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh, Dr. Onal Syafrizal, resmi meraih gelar Doktor setelah menyelesaikan pendidikan Program Doktor di Universitas Merdeka Malang yang terakreditasi unggul, Rabu (24/6/2026).

Onal Syafrizal lahir di Gampong Ujong Krueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, pada 5 November 1992.

Ia merupakan putra dari pasangan Juari dan Salmiati, serta suami dari Putri Emarita, S.K.M. dan ayah dari dua anak, Oemar Alghzy dan Giovana Nafeesa.

Perjalanan akademiknya menuju jenjang pendidikan tertinggi tidaklah mudah. Sebelum menempuh studi doktoral, Onal mengaku telah beberapa kali mengikuti berbagai program beasiswa, seperti Beasiswa Aceh Caroeng pada 2020, Beasiswa Baitulmal pada 2021, dan Beasiswa LPDP pada 2022. Namun, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Saya dan keluarga merupakan korban konflik Aceh. Seharusnya saya bisa mendapatkan bantuan pemerintah, namun semuanya tidak lulus,” ujar Onal.

Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Dengan tekad kuat dan dukungan penuh keluarga, ia memutuskan untuk membiayai sendiri pendidikan doktoralnya hingga tuntas.

“Sehingga saya berpendapat, ‘Nyoe Khen Droe Khen Mandum’. Dari situ saya bertekad untuk membiayai sendiri pendidikan saya dengan dukungan penuh ayah, ibu, istri, dan anak-anak. Alhamdulillah pendidikan doktor saya akhirnya selesai,” katanya.

Onal menuturkan, masa kecilnya yang tumbuh di lingkungan perkebunan memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan sosial dan nilai solidaritas. Pengalaman melihat masyarakat pekerja kebun yang saling membantu dalam menjalani kehidupan sehari-hari menjadi inspirasi yang membentuk kepeduliannya terhadap isu-isu sosial.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi dasar yang mendorongnya mendalami ilmu sosial, memahami struktur masyarakat, serta memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial yang lebih merata.

“Langkah dari jalanan tanah merah di area perkebunan menuju mimbar akademik tertinggi bukanlah perjalanan yang mudah. Banyak malam yang dihabiskan dengan kelelahan, ditemani tumpukan literatur dan doa-doa dari kampung halaman,” ungkapnya.

Ia juga mengenang perjuangan kedua orang tuanya yang menjadi sumber kekuatan selama menempuh pendidikan.

Setiap biaya pendidikan yang dikeluarkan, kata dia, merupakan hasil kerja keras sang ayah dan keteguhan hati ibunya yang tak pernah berhenti memberikan dukungan.

Setelah meraih gelar doktor, Onal berkomitmen untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Saat ini ia tercatat sebagai dosen Program Studi Pembangunan Sosial FISIP Universitas Iskandar Muda Banda Aceh sejak September 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Onal menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya.

Ucapan khusus disampaikan kepada ayahnya, Juari, dan ibunya, Salmiati, yang telah mendampingi serta mendukung pendidikan sejak tingkat dasar hingga doktoral.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada istrinya, Putri Emarita, yang selalu mendampinginya dalam suka dan duka, termasuk dalam merintis usaha keluarga RM Aceh Mantap Rasa.

Selain itu, Onal turut mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Iskandar Muda, Prof. Syafi’i Ibrahim,  Ketua Program Studi Pembangunan Sosial Riantofani, S.Pd.I., M.Si., Sekretaris Program Studi M. Rizal Fazri, M.A., serta sahabat sekaligus adiknya, Julian Musfikar, S.T., yang selama ini memberikan dukungan dalam menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga, Onal Syafrizal berhasil menuntaskan perjalanan akademiknya hingga mencapai gelar tertinggi di bidang pendidikan. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button