DISTORI.ID – Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, membantah keras isu yang menyebut adanya keterlibatan oknum TNI dalam insiden bentrokan antara mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.
Arya memastikan bahwa tidak ada anggota TNI yang diamankan dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan seluruh pihak yang diamankan merupakan mahasiswa.
“Saya dapat pastikan bahwa tidak ada anggota TNI atau oknum anggota TNI yang kami amankan. Sama sekali tidak ada. Semua yang diamankan adalah mahasiswa yang terlibat dalam kejadian tersebut,” kata Arya, Minggu (26/4/2026).
Terkait beredarnya video viral yang menarasikan adanya keterlibatan oknum TNI, Arya mengaku awalnya tidak mengetahui informasi tersebut saat berada di lokasi kejadian. Namun, setelah dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian, identitas individu dalam video telah diverifikasi.
“Setelah kami dalami dan lakukan profiling, yang bersangkutan ternyata adalah pelajar. Dari identitas seperti KTP juga sudah kami cek, semuanya jelas,” jelasnya.
Ia kembali menekankan bahwa tidak ada anggota TNI yang terlibat, baik dalam bentuk penangkapan maupun tindakan negatif selama aksi unjuk rasa berlangsung.
“Tidak ada anggota TNI yang diamankan dan tidak ada anggota TNI yang melakukan tindakan negatif di lapangan terkait unjuk rasa kemarin,” tutup Arya.
Sebelumnya, bentrokan antara massa mahasiswa dan sejumlah pengemudi ojol terjadi di sekitar Kampus UMI Makassar, yang sempat memicu ketegangan dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Polisi saat ini masih mendalami penyebab utama insiden tersebut.[]






