DAERAHNEWS

Ramai Ngabuburit di Lhokseumawe, Tanda Sudah Bangkit Pascabencana

DISTORI.ID – Dua bulan pascabencana, suasana Ramadan di Aceh menunjukkan tanda kebangkitan. Di pelataran Masjid Islamic Center Lhokseumawe, masyarakat berbondong-bondong menikmati ngabuburit dan berburu takjil.

Anak-anak bermain riang, sementara keluarga duduk santai beralaskan tikar menunggu azan Magrib.

Daya tarik utama tentu saja Pasar Ramadan yang dipenuhi jajanan khas Aceh. UMKM lokal kembali hidup, salah satunya Muliza, pedagang kue tradisional thimpan.

“Pasar ini sangat menguntungkan buat kami yang berdagang,” ujarnya.

Muliza sempat berhenti berjualan selama dua bulan akibat bencana. Kini, sejak Ramadan, ia bisa menjual hingga 800 keping thimpan per hari dengan keuntungan bersih sekitar Rp1,5 juta.

“Alhamdulillah, kalau kemarin sama sekali gak ada keuntungan. Sekarang sekitar Rp1,5 juta bersih,” katanya.

Thimpan buatannya terbuat dari tepung ketan, pisang, dan santan dengan isian srikaya atau kelapa manis.

Agar tetap segar, ia membungkus langsung di lokasi. Untuk memudahkan pembeli, Muliza juga menyediakan pembayaran digital lewat QRIS.

Warga setempat, Zakkil Mubarak, mengaku senang dengan hadirnya pasar ini. “Banyak UMKM yang dilibatkan. Dan apa yang kita cari ada di sini,” katanya.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menegaskan antusiasme masyarakat dan UMKM luar biasa.

“Sehingga ini menjadi semacam motivasi untuk melewati bencana. Untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi, sehingga masyarakat bisa menghidupi keluarganya,” ujarnya.

Pemerintah daerah berkomitmen terus memberi fasilitas agar UMKM semakin berkembang. Pasar Ramadan bukan hanya tempat berburu takjil, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh pascabencana. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button