DAERAHNEWSPOLITIK

Bahlil Lantik Pengurus DPD Golkar Aceh 2025–2030, Salim Fakhry Resmi Jadi Ketua

DISTORI.ID – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Aceh periode 2025–2030 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu, 11 Mei 2026.

Dalam pelantikan tersebut, Muhammad Salim Fakhry resmi dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Aceh. Selain itu, Sabri Badruddin dilantik sebagai Sekretaris, Muhammad Rizky sebagai Bendahara, Khalid sebagai Ketua Harian, serta sejumlah pengurus lainnya.

Usai pelantikan, Bahlil mengatakan rangkaian kegiatan yang digelar DPD Partai Golkar Aceh merupakan bagian dari agenda konsolidasi organisasi yang meliputi pelantikan pengurus, Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dan Bimbingan Teknis (Bimtek).

“Ini bagian dari program rutin dalam melakukan roadshow konsolidasi secara nasional. Hari ini saya bersyukur dapat melantik Bang Salim Fakhry sebagai Ketua DPD Partai Golkar Aceh beserta seluruh pengurus,” kata Bahlil kepada awak media.

Bahlil berharap kepengurusan baru mampu merangkul seluruh elemen Partai Golkar tanpa membedakan latar belakang maupun generasi. Menurutnya, kekuatan Golkar lahir dari keberagaman masyarakat.

“Golkar sejatinya dilahirkan dari rakyat, dari petani, nelayan, guru, buruh, purnawirawan TNI-Polri, dan berbagai elemen lainnya. Karena itu, seluruh kekuatan partai harus bersatu untuk bekerja demi mewujudkan cita-cita Proklamasi, meningkatkan kesejahteraan bangsa, serta memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bahlil juga membeberkan dua agenda utama Partai Golkar ke depan, yakni meningkatkan perolehan kursi legislatif dan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.

“Ke depan Partai Golkar hanya mempunyai dua agenda besar. Banyak agenda, tapi saya ingin mengatakan dua agenda besar. Yang pertama adalah agenda bagaimana menaikkan kursi. Dan yang kedua adalah bagaimana mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai. Kapan selesainya? Tanya Pak Presiden Prabowo,” ucap Bahlil.

Ia menegaskan, konsolidasi organisasi menjadi instrumen terpenting untuk mencapai target penambahan kursi pada pemilu mendatang.

“Nah, dalam konteks untuk menaikkan kursi, kami telah menetapkan bahwa konsolidasi adalah satu instrumen terpenting dalam rangka menuju penambahan kursi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, menegaskan komitmennya menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta seluruh kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Menurut Salim, komposisi kepengurusan yang baru telah memenuhi keterwakilan perempuan sebesar 30 persen serta melibatkan berbagai kalangan, mulai dari tokoh senior, generasi muda, mahasiswa, praktisi, hingga pengusaha.

“Kami tetap setia, patuh, dan taat terhadap AD/ART serta seluruh peraturan organisasi. Kepengurusan ini kami susun dengan semangat kebersamaan dan keterwakilan berbagai unsur masyarakat,” kata Salim yang juga menjabat sebagai Bupati Aceh Tenggara.

Salim juga menyatakan kepengurusan Partai Golkar Aceh terbuka bagi berbagai tokoh yang ingin bergabung, termasuk para kepala daerah. Selain itu, atas arahan DPP, pihaknya telah membentuk empat badan organisasi dan terus mengajak para kader senior untuk memperkuat partai.

Ia berharap kepengurusan baru mendapat bimbingan dari DPP agar mampu meningkatkan kekuatan politik Partai Golkar di Aceh. Saat ini, kata Salim, Partai Golkar Aceh memiliki 88 anggota DPRK, sembilan anggota DPRA, dan tiga anggota DPR RI. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button