DAERAHNEWS

BPMA Bahas Perpanjangan Pengamanan Eksternal Obyek Vital Nasional di Wilayah Kerja PGE dan Medco EP Malaka

DISTORI.ID – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Direktorat Pengamanan Obyek Vital Kepolisian Daerah Aceh (Ditpamobvit Polda Aceh) telah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pedoman kerja Teknis (PKT) tentang pengamanan khusus eksternal Obyek Vital Nasional (Obvitnas) di Wilayah Kerja B KKKS PT Pema Global Energi (PGE) dan Wilayah Kerja A PT Medco E&P Malaka serta di lanjutkan dengan Pembahasan PKT Tahun 2026. Pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kelancaran dan keamanan operasional di sektor hulu migas Aceh.

Tim Divisi Formalitas, Hubungan Eksternal, dan Sekuriti dari KKKS bersama Ditpamobvit Polda Aceh pada tanggal 12 sampai dengan 15 November 2025 telah melaksanakan kegiatan Kunjungan Lapangan di Wilayah Kerja Blok A dan Wilayah Kerja B, kegiatan ini menjadi acuan dalam pembahasan PKT Tahun 2026.

Fokus dari pertemuan ini adalah menyusun strategi dan teknis pengamanan eksternal untuk kedua wilayah kerja tersebut, yang memiliki nilai strategis dalam mengamankan aset BMN hulu migas dan memastikan operasional KKKS berjalan aman dan kondusif dalam rangka mendukung ketahanan energi Nasional sesuai visi misi pemerintah, Asta Cita Presiden dan Visi misi Pemerintah Aceh dalam sektor kemandirian energi.

Dalam sambutannya, Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan menyampaikan pentingnya sinergi yang solid antara BPMA dengan Polda Aceh serta KKKS PGE dan Medco E&P Malaka.

“Keamanan operasi di Kawasan Hulu Migas Aceh adalah hal yang penting untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi Aceh. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara BPMA, Kepolisian, dan KKKS merupakan pilar utama untuk menciptakan ekosistem operasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik ini dapat memastikan iklim investasi migas dapat berkembang di Aceh,” ujar Edy Kurniawan.

Kegiatan ini diharapkan dapat segera menghasilkan kesepakatan yang komprehensif untuk memastikan bahwa pengamanan aset BMN hulu migas di Aceh berjalan optimal sepanjang tahun 2026, mendukung iklim investasi yang kondusif dan stabilitas operasi di daerah Ace. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button