DISTORI.ID – Terus dipadati oleh para warga penyintas bencana Longsor dan banjir, kebutuhan tenaga medis di perbatasan Bener Meriah-Aceh Utara yakni di kawasan Kem dan Gunung Salak kian diperlukan.
Hingga saat ini, di wilayah ini tiap harinya didatangi ribuan warga yang mencari sembako, BBM dan keperluan lainnya. Lintasan ini, menjadi satu-satunya akses untuk mencapai Aceh Utara melalui Jalur darat.
Ketua Posko Rakyat, Mahlizar menyebutkan berdasarkan pantauan relawan Posko Rakyat ketika mendirikan unit Posko di desa Kem, Kecamatan Permata di lokasi tersebut banyak para pejalan kaki membutuhkan bantuan tenaga medis.
Seperti yang diketahui beberapa hari ke belakang desa Kem dan sekitarnya menjadi pusat perhatian disebabkan menjadi satu satunya jalur darat yang bisa dilewati oleh masyarakat dari dua kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dan sekitarnya.
”Dari hasil pengamatan beberapa relawan yang mendirikan Posko Rakyat di Desa Kem, lalu lalang orang sudah seperti pasar. Tidak sedikit pejalan kaki yang merasa kelelahan. Bahkan sakit karena medan yang dilalui sangat berat, jalanan setapak berlumpur sampai ke lutut”jelas Mahlizar.
Warga yang melintas berasal dari, Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan sekitarnya. Meski medan yang sulit, terjal dan berlumpur warna tetap nekad melintas untuk mencari BBM dan Sembako.
Sebagian ada juga warga yang melintas untuk ke Kabupaten lain dan keluar dari Bener Meriah untuk berbagai keperluan bahkan banyak dari mereka merupakan ibu-ibu dan para lansia.
Begitu banyak para pekerja dari berbagai instansi dan pihak berwenang bekerja siang malam untuk membuka akses jalan.
Posko-posko tenaga medis sangat diperlukan disana, hal tersebut akan sangat membantu warga yang tengah ditimpa musibah bencana.
“Kami mengajak pihak-pihak terkait untuk untuk segera mendirikan posko kesehatan disana,” harap Mahlizar.
Dia menambahkan, saat ini Relawan Posko Rakyat juga terus berupaya untuk menghadirkan tenaga-tenaga kesehatan untuk stanby di posko yang mereka dirikan dikawasan tersebut.
Akses darat melalui darat, masih sulit untuk ditembus meski Pemda Bener Meriah bersama pihak terkait telah menurunkan alat berat. Kamis, 11 Desember 2025, jalur KKA Bener Meriah – Aceh Utara, telah dapat dilalui dengan Roda dua dengan yang handal karena kondisi Medan jalan yang sulit dan berlumpur.
Warga yang melintas harus menempuh perjalanan sejauh 10 km di jalur jalan KKA Aceh Utara-Bener Meriah dengan berjalan kaki, terdapat sebagian warga menjadi kuli panggul membawa BBM dan Sembako serta lainnya, sebelum dapat diangkut dengan kendaraan roda empat.
Meski sangat melelahkan namun warga tetap berjibaku untuk menembus keterisoliran untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi pasca bencana.
Meski timbunan longsor sudah dibersihkan. jalan yang baru di buat masih berlumpur belum memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan roda empat dan harus menunggu perbaikan dan pembukaan jalan baru selesai.
Pemerintah Aceh telah mengumumkan perpanjangan status tersebut ditetapkan selama 14 hari, terhitung mulai 12 hingga 25 Desember 2025.
Gubernur menyebut, langkah ini diambil karena situasi bencana masih memerlukan penanganan terpadu lintas sektor.
Daerah pegunungan seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan pembukaan akses jalan rusak parah, titik longsor masih aktif, gangguan layanan komunikasi, listrik dan logistik masih sulit menjangkau desa terisolasi harus menjadi prioritas.
Saat ini ada enam 6 unit alat berat milik Pemda Bener Meriah dan Masyarakat sedang bekerja untuk membuka akses melalui jalan KKA Bener Meriah – Aceh Utara dari arah Bener Meriah, sementara itu Empat unit alat berat bantuan BNPB dari PT sani 4 unit juga bekerja dari Aceh Utara.
”Kami bersama relawan-relawan di Posko Rakyat terus berupaya sekuat tenaga terus menggalang kepedulian dari para darmawan dan pihak terkait untuk membantu warga korban bencana ini dan terus memberikan dorongan untuk Dataran Tinggi Gayo segera pulih dan bangkit dari musibah ini,” ungkap Mahlizar. []






