DISTORI.ID – Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan al-Sultan meninggal dunia karena serangan Israel.
Dia merupakan satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza, Palestina.
Direktur Rumah Sakit al-Shifa di Gaza, dokter Mohammed Abu Selmia mengaku sangat terkejut mendengar kabar kematian Marwan.
“Dia adalah seorang sarjana terkemuka dan salah satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza, ribuan pasien jantung akan menderita akibat pembunuhannya,” kata Selmia, Rabu (3/7).
Ia mengatakan kesalahan Marwan sehingga ia dibunuh oleh Israel adalah karena ia merupakan seorang dokter.
Melihat ketidakadilan yang sangat pilu ini pun membuatnya hanya bisa tabah.
“Satu-satunya kesalahannya adalah bahwa dia adalah seorang dokter, kami tidak punya pilihan selain bersikap tabah, tetapi rasa kehilangan itu sangat menghancurkan,” lanjutnya.
Informasi tewasnya Marwan dikonfirmasi oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, organisasi kemanusiaan yang turut mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Dokter Marwan diketahui tewas bersama istri, anak-anak, dan menantunya dalam satu serangan yang menghancurkan apartemen tempat mereka tinggal.
Pemerintah Palestina serta Kementerian Kesehatan Gaza mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional, terutama karena korbannya adalah tenaga medis dan warga sipil tak bersenjata.
Diketahui, bahwa dr. Marwan al-Sultan merupakan dokter senior dan tokoh medis yang dikenal luas di Gaza.
Ia dipercaya memimpin Rumah Sakit Indonesia sejak rumah sakit tersebut mulai beroperasi secara penuh.
Di tengah situasi perang dan blokade yang semakin sulit, dr. Marwan dikenal tetap teguh menjalankan misi kemanusiaan. []




