HEADLINEKRIMINALNEWS

IRT di Aceh Besar Tewas Dianiaya Suami, Mata Pecah dan Leher Disayat Pisau

DISTORI.ID – SR (44) ibu rumah tangga (IRT) yang berprofesi sebagai penjahit baju di Gampong Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar tewas dianiaya oleh suaminya berinisial FA (50) pada Selasa (11/6/2024).

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, kejadian penganiayaan berat tersebut terjadi saat korban sedang berada di toko ‘Kak Sri Jahit dan Kustum’ Gampong Payatieng.

“Mata korban sebelah kiri pecah dan berdarah akibat dipukul oleh pelaku dengan kepalan tangan. Bibir korban pecah, gigi retak serta terdapat sayatan pisau di bagian leher bawah,” ungkap Fadillah, Kamis (13/6/2024).

Saat kejadian tersebut, kata Fadillah, ada warga yang melihat dan langsung melapor ke Polsek Peukan Bada. Pihak kepolisian yang bertugas langsung menuju ke lokasi kejadian, didapati korban dalam keadaan berdarah dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh untuk dilakukan tindakan medis.

Saat berada di RS Bhayangkara Polda Aceh, dokter yang menangani menilai kondisi korban tergolong parah sehingga harus dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh guna dilakukan tindakan medis lanjutan.

Hendra Saputra (41) yang merupakan adik korban SR mengatakan bahwa pelaku FA sudah satu bulan tidak pulang ke rumah terhitung sejak 12 Mei – 11 Juni 2024 dikarenakan keadaan rumah tangga sedang tidak harmonis.

“Kami juga menjumpai saksi Marliza (47) untuk dimintai keterangan, serta menemukan banyaknya darah berceceran di lantai tempat kejadian penganiayaan terjadi,” sebut Fadillah.

Melaui sambungan telefon, polisi membujuk pelaku agar menyerahkan diri. Saat itu, FA berada di Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

“Pelaku akhirnya mau menyerahkan diri ke Polsek Syiah Kuala, selanjutnya dijemput pihak Polsek Peukan Bada untuk diserahkan ke Satreskrim Polresta Banda Aceh,” jelasnya.

Pihak keluarga korban telah membuat laporan resmi di Polresta Banda Aceh guna dilakukan pengungkapan kasus yang menewaskan SR. Kini pelaku telah ditahan di Polresta Banda Aceh guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Karena telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian, FA dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3. Diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun,” pungkas Fadillah. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button