“Terkait pinjam pakai gedung juga sudah kita sampaikan, distribusi logistik hari ini sudah kita dengarkan semua, yang sedang berproses hanya Tamiang saja, kita berharap panwas juga membantu di Tamiang sehingga proses di sana bisa berjalan,” imbuh Azwardi.
Ketua Panwaslu Aceh menjelaskan, keberadaan lembaganya adalah untuk memastikan semua proses sesuai dan bukan mencari kesalahan, namun sebagai bahan evaluasi bersama.
Dan, terkait logistik, harus menjadi catatan bersama agar jumlah logsitik dan surat suara terpenuhi dan KIP bisa menanggulangi proses kekurangan surat suara. []






