DISTORI.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) digelar secara sederhana namun tetap berlangsung khidmat.
Kesederhanaan tersebut menjadi bentuk empati dan solidaritas TNI terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah dan bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia.
Usai upacara peringatan, Laksamana Muda (Laksda) TNI Andi Abdul Azis menyampaikan sejumlah hal terkait arah kebijakan TNI, tingkat kepercayaan publik, hingga tantangan pertahanan di tengah perkembangan teknologi.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Tema tersebut menegaskan kembali pentingnya hubunganerat antara TNI dan masyarakat.
Andi Abdul Azis mengatakan kepercayaan publik terhadap TNI hingga kini masih berada pada level tinggi, yakni di kisaran 90 hingga 93 persen.
Menurut dia, tingginya kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, sesuai arahan Panglima TNI, kegiatan yang digelar dalam rangka HUT TNI lebih banyak diarahkan pada program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Program tersebut antara lain bakti sosial, pelayanan kesehatan, kegiatan teritorial, hingga berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Ancaman Pertahanan Bergeser ke Dunia Siber
Selain kedekatan dengan masyarakat, Andi Abdul Azis juga menyoroti perubahan karakter ancaman pertahanan di era modern.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat potensi konflik tidak lagi hanya terjadi di medan perang konvensional.
Dunia maya kini menjadi salah satu ruang yang harus mendapat perhatian serius.
“Peran ke depan ini kita berada di dunia maya. Tanpa peluru, semuanya sudah bisa terjadi pecah perang. Ini yang menjadi tantangan kita ke depan, bagaimana meningkatkan teknologi dan kemampuan kita untuk menghadapi situasi yang tidak menentu,” tegas Andi Abdul Azis.
Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), profesionalisme prajurit, serta penguasaan teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut.
Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga menjadi salah satu langkah yang diperlukan agar kemampuan pertahanan Indonesia dapat mengikuti perkembangan ancaman.
Andi Abdul Azis menyebut dinamika geopolitik global saat ini berlangsung dengan cepat dan penuh ketidakpastian.
Kondisi tersebut menuntut TNI untuk terus meningkatkan kesiapan sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan bentuk ancaman.
HUT TNI Digelar Sederhana
Terkait pelaksanaan HUT ke-81 yang digelar lebih sederhana dibandingkan perayaan sebelumnya, Andi Abdul Azis mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari pertimbangan jajaran pimpinan TNI.
Kesederhanaan itu dipilih sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah.
Sejumlah peristiwa yang menjadi perhatian antara lain bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi Gunung Merapi, hingga kecelakaan di laut.
Dalam situasi tersebut, TNI memilih mengarahkan energi dan sumber daya pada aksi nyata serta pendampingan kepada masyarakat daripada menggelar perayaan secara berlebihan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa TNI berupaya terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika rakyat menghadapi situasi sulit.
Bagi TNI, momentum HUT ke-81 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat untuk terus memperkuat hubungan dengan rakyat serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks. []






