DAERAHNEWSPERISTIWA

Sebanyak 275 Warga Mojokerto Terkena Banjir

DISTORI.ID – Momen malam Idulfitri 1447 Hijiriah diwarnai duka bagi warga Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur akibat banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir terjadi sejak Jumat (20/3)

“Banjir menyebabkan sekitar 275 jiwa mengungsi, 146 unit rumah terdampak, 1 tanggul jebol, lebih dari 20 hektare lahan persawahan terdampak, termasuk 3 akses jalan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (22/3).

Abdul menjelaskan bahwa wilayah terdampak meliputi Desa Kertosari di Kecamatan Kutorejo dan Desa Jumenang di Kecamatan Mojoanyar.

“Hingga saat ini, genangan air mulai surut dengan kondisi cuaca terpantau berawan,” ujarnya.

Abdul memastikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih dapat terjadi.

Berdasarkan prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang.

Menyikapi potensi tersebut, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah mitigasi sejak dini.

“Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diharapkan memantau perkembangan cuaca secara berkala, membersihkan saluran drainase, serta menghindari aktivitas di sekitar lereng curam, bantaran sungai, maupun pohon besar saat terjadi hujan lebat dan angin kencang,” imbaunya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan menyiapkan rencana evakuasi keluarga dan memastikan akses informasi kebencanaan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait tetap terpantau.

“BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan darurat serta upaya kesiapsiagaan berjalan optimal,” tukasnya.

Khusus bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran, Abdul juga mengimbau untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, memantau informasi cuaca dan kondisi jalur yang akan dilalui, serta menghindari perjalanan saat cuaca ekstrem.

“Pemudik diharapkan tidak memaksakan perjalanan ketika terjadi hujan lebat yang dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan maupun bencana seperti longsor dan banjir di jalur lintasan,” katanya.

“Selain itu, pemudik disarankan menyiapkan perlengkapan darurat sederhana, mengatur waktu perjalanan dengan bijak, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan memastikan upaya penanganan darurat serta kesiapsiagaan masyarakat, termasuk para pemudik, berjalan optimal,” tutupnya. []

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button